Kejar Target Devisa Pariwisata 17,6 Miliar Dollar AS, Ini 6 Strateginya

Kompas.com - 18/03/2019, 14:07 WIB
Konferensi pers usai rapat koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Bank Indonesia di Jakarta, Senin (18/3/2019)Kompas.com/YOGA SUKMANA Konferensi pers usai rapat koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Bank Indonesia di Jakarta, Senin (18/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengejar target devisa pariwisata mencapai 17,6 miliar dollar AS pada 2019. Sejumlah langkah strategis pun dirumuskan untuk mengejar target tersebut.

Dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Rakorpusda), serBank Indonesia (BI) mengerucut 6 strategi yang akan digunakan.

"Kami sepakat dan ini progres dari Agustus tahun lalu. Kami percaya ada dalam trek yang sudah benar," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Baca juga: KEK Tanjung Kelayang, Transformasi Babel dari Pertambangan ke Pariwisata

Di tempat yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapan, bank sentral turut ambil bagian dalam merumuskan 6 strategi dalam mengejar target devisa pariwisata tahun ini.

Bagi bank sentral, devisa negara sangat penting untuk membantu mengurangi defisit transaksi berjalan dan bisa menstabilkan rupiah yang menjadi tugas BI.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa angka 17,6 miliar dollar AS merupakan asumsi. Bila target itu tercapai, maka ia memastikan peristiwa akan menjadi penyumbang devisa terbesar pada 2019.

Baca juga: Dorong Pariwisata, Rute Penerbangan Internasional Akan Dibuka di Daerah

Berikut 6 strategi untuk mengejar target devisa 17,6 miliar dollar AS dari sektor pariwisata.

Mempercepat penyelesaian beberapa proyek infrastruktur

Ini antara lain New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Yogyakarta dan akses pendukungnya, runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, rapid exit taxiway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, dan pengembangan jalan di sekitar destinasi wisata. Percepatan penyelesaian proyek infrastruktur tersebut untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Mendorong pengembangan atraksi wisata

Ini dilakukan antara lain melalui:

  • Pengembangan pariwisata di daerah perbatasan (cross-border tourism) melalui penyelenggaraan sejumlah kegiatan wisata secara periodik.
  • Pengembangan atraksi wisata ke arah quality tourism dengan menetapkan kapasitas daya dukung (carrying capacity) di daerah destinasi wisata.

Meningkatkan kualitas amenitas di daerah destinasi wisata 

Halaman:



Close Ads X