Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Universal Basic Income Ala Koperasi

Kompas.com - 19/03/2019, 07:41 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Tahun 2016 lalu Josep C. Stiglitz melihat koperasi sebagai instrumen yang tepat untuk ciptakan trickle down effect. Bagaimana membuat kue ekonomi bisa diredistribusi ke banyak pihak. Bukan hanya kepada shareholder perseroan yang jumlahnya terbatas, namun pada banyak orang.

Gagasan koperasi mengoperasionalkan universal basic income ternyata juga sudah lama digaungkan oleh para aktivis sosial. Sebutlah Michael Howard dalam papernya bertahun 1998 yang menyinggung bahwa Demokrasi Ekonomi bukan saja soal pengambilan keputusan di tempat kerja.

Namun juga soal sosialisasi dan demokratisasi dana investasi. Akses demokratis terhadap peluang  investasi di berbagai perusahaan itu akan menuju pada sosialisasi dan demokratisasi berbagai perusahaan.

Saat ini saya dan teman-teman sedang membangun koperasi seperti itu. Agar basic income itu bisa dirasakan banyak orang. Tak lagi bergantung pada active income semata, melainkan passive income bulanan. Agar orang-orang tak hanya peroleh gaji atau upah, tapi juga dividen. Agar banyak orang itu lebih meningkat kualitas hidupnya dan tak melulu berjibaku “mencari uang”.

Itulah model universal basic income ala koperasi. Masuk akal, bukan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.