KILAS

Uji Mutu dan Standar, Kemnaker Gelar Uji Banding Faktor Fisika Balai K3

Kompas.com - 20/03/2019, 08:15 WIB
Kunjungan rombongan Kepala UPT/UPTD Balai K3 seluruh Indonesia ke Balai Hiperkes dan KK Provinsi Lampung, Lampung, Selasa (19/3/2019). Dok. Humas Kementerian KetenagakerjaanKunjungan rombongan Kepala UPT/UPTD Balai K3 seluruh Indonesia ke Balai Hiperkes dan KK Provinsi Lampung, Lampung, Selasa (19/3/2019).

KOMPAS.com
- Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) menggelar uji banding faktor fisika Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3) seluruh Indonesia. 
 
Uji banding itu untuk pengujian mutu data dan menyamakan standar pengujian laboratorium balai-balai K3 yang tersebar di seluruh indonesia sesuai ISO 17025:2017.
 
"Data hasil pengujian kerja ini nantinya dapat dipergunakan oleh pengawas ketenagakerjaan dalam inpeksi terhadap penegakan norma K3 khususnya lingkungan kerja di perusahaan-perusahaan," kata Direktur Bina K3 Kementerian Ketenagakerjaan, Muhamad Idham sesesuai keterangan tertulisnya. 
 
Hal itu Muhamad Idham sampaikan seusai kunjungan rombongan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai K3 seluruh Indonesia ke Balai Hiperkes dan KK Provinsi Lampung, Lampung, Selasa (19/3/2019).
 
Dengan begitu, lanjut Idham, kami akan mengetahui bila ada penyimpangan atau perbedaan hasil data pengujian kesehatan dan keselamatan kerja yang diterapkan oleh masing-masing balai K3 dalam menerapkan standar ISO 17025.
 
"Penyimpangan yang terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah SDM penguji, alat penguji yang digunakan atau metode pengujian yang dilakukan,” ujar Direktur Idham
 
Adapun parameter yang diuji adalah faktor fisika yang meliputi kebisingan, getaran, iklim kerja panas, dan pencahayaan. Peserta pengujian merupakan perwakilan dari 20 Balai K3 seluruh Indonesia.
 
"Dalam uji banding parameter kebisingan misalnya sumber kebisingan dapat terukur dengan data yang valid sehingga pengendalian kebisingan dapat dilakukan sejak dini," jelas Idham
 
Lebih lanjut Idham menjelaskan, pengendalian pada sumber bunyi dapat dilakukan dengan melakukan eliminasi, subsitusi, engineering, administrasi dan penggunaan alat pelindung diri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X