Boeing Dinilai Tak Proaktif Tanggapi Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

Kompas.com - 20/03/2019, 08:35 WIB
Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines.Istimewa Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines.

JAKARTA, KOMPAS.com - Argus Research menyarankan agar pesawat buatan Boeing tidak dibeli, menyusul tanggapan buruk dari manajemen Boeing setelah kecelakaan kedua pesawat 737 Max yang mematikan.

"Manajemen Boeing tidak secara proaktif aktif dalam tanggapannya, dan kami pikir sahamnya tunduk pada tekanan ke bawah saat penyelidikan berlangsung di berita," tulis analis Argus dalam sebuah sebagaimana dikutip dari CNBC.com, Rabu (20/3/2019).

"Kami pikir investigasi ini cenderung membatasi beberapa, dan perkiraan pendapatan cenderung menurun," lanjutan catatan itu.

Ethiopian Airlines Penerbangan 302, jenis Boeing 737 Max 8, jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Addis Ababa pada 10 Maret dan menewaskan 157 orang penumpang di dalamnya. Otoritas penerbangan di seluruh dunia minggu lalu memutuskan tidak menerbangkan pesawat Boeing 737 Max setelah kecelakaan itu.

Pada Senin, delapan hari setelah kecelakaan itu, CEO Boeing Dennis Muilenburg mengeluarkan pernyataan bahwa Boeing akan mempertahankan komitmen tanpa henti untuk membuat pesawat terbang yang aman menjadi lebih aman.

Pernyataan itu muncul setelah penyelidik Prancis dan Ethiopia mengatakan data yang diambil dari kotak hitam jet Ethiopian Airlines menunjukkan "kesamaan yang jelas" dengan penerbangan Lion Air mematikan yang jatuh ke Laut Jawa pada Oktober.

“Dalam waktu dekat, perusahaan ini berjuang, bersama dengan penyelidik penerbangan, untuk dengan cepat menentukan penyebab dua kecelakaan fatal yang melibatkan 737 Max jet perusahaan yang populer. Sampai kita mendapatkan kejelasan dari penyidik ??tentang penyebab kecelakaan itu, dan dari Boeing pada tanggapannya, kami pikir peringkat HOLD jangka pendek sesuai,” kata Argus.

Saham Boeing telah turun 12 persen sejak jatunga pesawat Ethiopian Airlines pada 10 Maret. Saham tersebut membukukan kerugian mingguan terbesar dalam delapan tahun terakhir.

"Jika penyebab kecelakaan ternyata adalah masalah mekanik atau teknik, Boeing dapat memperbaiki masalah dan industri, yang sangat bergantung pada pesawat, 737 Max jet, dapat bergerak maju," kata analis.




Close Ads X