Kerja Sama Regional untuk Keberlanjutan Sumber Daya Perikanan Diperkuat

Kompas.com - 20/03/2019, 15:06 WIB
Ilustrasi ekspor ikan ThinkstockIlustrasi ekspor ikan

JAKARTA, KOMPAS.com – Komitmen kerja sama di kawasan Asia Tenggara untuk keberlanjutan sumber daya perairan diperkuat. Ini dilakukan dalam pertemuan Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) Council Meeting ke-51 di Surabaya.

"Pembahasan ini fokus kepada Kebijakan penanganan isu penting kelautan dan perikanan utamanya pemberantasan Illegal, Unregulated, and Unreported atau IUU Fishing di kawasan ASEAN menjadi sorotan utama," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja dalam keterangan pers, Rabu (20/3/2019).

Sjarief mengatakan, negara anggota menyepakati untuk memperkuat kerja sama pencegahan dan pemberantasan IUU Fishing di kawasan ASEAN melalui prinsip ketertelusuran dan transparansi.

Baca juga: Susi Ingatkan Lagi Penangkapan Ikan Terlarang untuk Asing

Kesepakatan tersebut dibuktikan dengan diadakannya program-program seperti ASEAN Guidelines for Preventing the Entry of Fish and Fishery Products from IUU Fishing Activities into the Supply Chain, ASEAN Catch Documentation Scheme, Regional Fishing Vessels Record, Regional Cooperation to Support the Implementation of the Port State Measures (PSM) in ASEAN Region, dan Regional Plan of Action for the Management of Fishing Capacity.

Untuk kegiatan pemberantasan IUU Fishing, Indonesia berkontribusi besar untuk melanjutkan pengembangan dan peningkatan kapasitas bagi negara anggota melalui pelatihan dan bantuan teknis.

Baca juga: Menteri Susi: Indonesia Bentuk Cara Pandang Dunia tentang Penangkapan Ikan Ilegal

“Kita perlu meningkatkan pelatihan dan bantuan teknis untuk meningkatkan mutu dan kualitas perikanan kita agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dengan demikian diharapkan produk perikanan negara-negara anggota dapat bersaing di pasar global maupun internasional,” ungkap Sjarief.

Sementara itu, di sektor perikanan tangkap, aspek keberlanjutan menjadi sorotan. SEAFDEC diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan negara anggota dalam pelaksanaan ratifikasi sebagai suatu upaya pemberantasan IUU Fishing.

Kepemimpinan Indonesia dalam membahas isu-isu terkait dibuktikan dengan disetujuinya usulan-usulan Indonesia agar SEAFDEC terus meningkatkan pembangunan kapasitas dan bantuan teknis kepada anggota untuk memperkecil kesenjangan terkait pelaksanaan PSMA.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X