KILAS

Gerak Cepat Pemda Atasi Banjir di Lahan Pertanian

Kompas.com - 21/03/2019, 08:53 WIB
CEK LAHAN PERTANIAN: Petugas UPT DPU Wilayah Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengecek lahan pertanian yang terendam banjir, Selasa (19/3/2019). Dokumentasi UPT DPU Wilayah SumpiuhCEK LAHAN PERTANIAN: Petugas UPT DPU Wilayah Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengecek lahan pertanian yang terendam banjir, Selasa (19/3/2019).

KOMPAS.com
 - Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) yang sigap menangani banjir di lahan pertanian. Selain penanganan banjir yang cepat, bantuan benih dan asuransi pertanian juga membuat para petani bisa bernafas lega.
 
Diketahui, sebanyak 1.874 ha tanaman di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), rusak akibat terendam banjir pada Minggu, (17/3/2019) lalu. Pemprov Jateng pun bergerak cepat, dengan menyiapkan fasilitas asuransi untuk pertanian yang gagal panen atau puso.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Suryo Banendro mengatakan, setelah banjir yang menerjang di kabupaten selatan Jateng itu, pemerintah mendata jumlah sawah yang terendam. Banjir itu merendam ribuan ha tanaman padi di delapan kecamatan.

"Beberapa di antaranya terancam gagal panen atau puso karena padi yang terendam banjir berusia 75 hari hingga menjelang panen. Kondisinya juga bervariasi, ada padi yang hanyut karena derasnya banjir sebanyak 7,5 ha, ada pula yang roboh sampai 2,5 ha," kata Suryo,


Suryo menjelaskan, Pemprov Jateng pun telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan itu. Untuk tanaman padi yang gagal panen atau puso, Pemprov Jateng menyiapkan asuransi yang ditanggung oleh APBD maupun APBN.

"Semua sudah kami siapkan, alokasinya sudah ada, tinggal mengajukan. Saat ini masih dilakukan pendataan dan verifikasi oleh teman-teman di Kabupaten. Nantinya para petani yang mengalami puso akan mendapat asuransi sebesar Rp 6 juta," ujarnya.

Pada dana alokasi untuk asuransi, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran untuk membayar polis asuransi sumber APBD Provinsi itu berjumlah 7.761 ha. Sedangkan untuk polis asuransi dari APBN sebanyak 155 ha.

"Kalau asuransi sumber APBD, semua polis asuransi yang menanggung pemerintah, namun kalau yang bersumber dari APBN, petani masih harus membayar polis asuransi sebesar Rp 36 ribu," katanya.

Selain asuransi, pemerintah juga menyediakan bantuan bibit gratis melalui cadangan benih nasional maupun bantuan benih dari pemerintah daerah dan pusat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini prosesnya cepat, tinggal teman-teman dari Kabupaten mendata dan mengajukan maka akan langsung turun bantuan ini," ujarnya.

Perbaikan irigasi yang rusak akibat banjir di Purworejo juga langsung dilakukan dengan cepat agar pertanian kembali normal. Bantuan perbaikan irigasi dilakukan di beberapa lokasi, seperti di Kecamatan Pituruh, Bayan, dan lainnya.

Begitu juga di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, lahan sawah yang terendam banjir pekan lalu akan mendapatkan klaim asuransi. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.