Kepala BPTJ Yakin Rancangan Transportasi Umum Tidak Tumpah Tindih

Kompas.com - 21/03/2019, 14:43 WIB
Kepala BPTJ Dalam Acara Bedah Kinerja BPTJ, Kamis (21/3/2019Fika Nurul Ulya Kepala BPTJ Dalam Acara Bedah Kinerja BPTJ, Kamis (21/3/2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Rancangan dan pengembangan transportasi Jabodetabek dalam program Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) tidak akan tumpah tindih.

Pasalnya, program tersebut telah diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2018 tentang RITJ.

"Yang dikerjakan sekarang itu sudah sesuai dengan rencana induk. Kalau sudah sesuai dengan rencana induk, tidak akan tumpah tindih," kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ) Bambang Prihartono, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Benahi Moda Transportasi Jabodetabek, BPTJ Butuh Rp 600 Triliun

Dia mensinyalir, saat ini terlihat tumpang tindih karena belum semua pembangunan selesai. Sehingga, terlihat tumpang tindih di lapangan.

"Sekarang memang kelihatannya tumpang tindih, karena dilihat di lapangan. Tapi secara mapping, itu tidak timpang tindih. Kalaupun nanti tumpah tindih, itu akan kita evaluasi," sebut Bambang.

Dia mencontohkan, layanan TransJakarta dan MRT terlihat tumpah tindih karena memiliki rute yang sama. Namun, sebenarnya TransJakarta menjadi feeder atau pemadu moda untuk MRT sehingga masih relevan.

Baca juga: BPTJ: Perkembangan Angkutan Online Suatu Keniscayaan

"Contohnya koridor 1 kan berhimpitan dengan MRT. Tapi kita lihat lagi yang masuk koridor 1 rutenya dari mana-mana. Itu justru jadi feedernya MRT," papar Bambang.

"Sama kaya LRT, LRT ini jadi pengumpan LRT. LRT membawa penumpang dari Bogor, kemudian masuk ke MRT. Bawa penumpang dari Bekasi masuk ke MRT," lanjutnya

Dia juga mengatakan, nantinya Metro Mini dan Kopaja akan menjadi angkutan pemukiman yang berkonsep seperti Jak Lingko. Contohnya, pengambil-alihan kopaja oleh Trans Jakarta untuk dijadikan Trans Mini.

Oleh karena itu, Bambang meminta kepada Pemda daerah untuk sama-sama memikirkan angkutan umum.

Baca juga: Pilih Mana, Ojek Online atau Transportasi Umum?

Angkutan yang nantinya menjadi angkutan pemukiman pun akan disediakan terminal. Sehingga terminal bisa lebih dekat dengan pemukiman warga. Rencananya, kendaraan beroda dua seperti motor hanya untuk jarak pendek.

"Nanti orang-orang ke terminal pakai motor, sehingga motor hanya untuk jarak pendek. Ini tugasnya BPJT untuk mengintegrasikan semuanya. Makanya BPTJ perlu mengkoordinasikan semua pemerintah untuk mensuksesan program ini," tandasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X