KILAS

Kebijakan Kementan Hasilkan Peningkatan Produksi Susu

Kompas.com - 21/03/2019, 16:40 WIB
KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan hasil produksi sapi perah meningkat dari 1,4 juta ton menjadi 1,6 juta ton. 
 
Bagi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, produksi susu sapi berhasil ditingkatkan karena Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 26 Tahun 2017 yang direvisi menjadi Permentan No. 33 Tahun 2018. Revisi peraturan tersebut untuk mendukung peternak sapi. 
 
"Intinya peternak rakyat didorong menjalin kemitraan, dan susu yang dihasilkan ternak bisa terserap oleh industri," kata Amran pada Acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Bandung Barat pada Kamis (21/03/2019). 
 
Pada kesempatan itu, Amran mengatakan pula peningkatan harga susu sapi dari Rp 4.000 sebelum ada Permentan, lalu menjadi Rp 5.000-Rp 6.500 per kg. 
 
"Ini artinya, kenaikan Rp 1000 saja, berarti pendapatan petani naik Rp 1,6 triliun," terang Amran.
 
Dampaknya pun terlihat dari meningkatnya pendapatan peternak susu sapi. Di KPSBU Lembang, Bandung misalnya, yang mampu hasilkan Rp 500 miliar pertahun dari usaha susu sapi perahnya.
 
Hal itu kemudian meningkatkan semangat para peternak susu sapi perah. Fakta ini kemudian direspon positif oleh Bupati Bandung Barat AA Umbara Sutisna.
 
Ia menyatakan akan terus mempertahankan semangat peternak sapi perah di KPSBU Lembang dan mewujudkan target nasional dari Kementan.
 
"Ini menjadi nomer satu di Indonesia. Harus dipertahankan," kata AA.  
 
Perlu diketahui, kebijakan dalam Permentan yang telah disebut Amran merupakan hasil dialog intensif dengan para peternak pada 2017, khususnya perternak sapi perah. Amran bersikeras agar jangan sampai peternah sapi perah rugi.
 
Ke depannya, Amran menyatakan bahwa Kementan akan terus mendukung agar pencapaian produktivitas susu semakin berkembang.
 
Targetnya, Kementan bisa berkontribusi memenuhi kebutuhan susu dalam negeri 100 persen. 

"Kami berharap apa yang sudah kita lakukan bersama terutama di KPSBU Lembang ini bisa menjadi inspirasi dan menyebar ke berbagai daerah. Kabar bahwa Lembang mampu menghasilkan susu 140 ton per hari patut disebarkan dan ditiru untuk menjadi semangat peternak Indonesia," ujar Amran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Indonesia Punya 'Saham' di IMF, Berapa Persen?

Ternyata Indonesia Punya "Saham" di IMF, Berapa Persen?

Whats New
Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

Whats New
MLFF Bakal Gantikan E-Toll,  Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

MLFF Bakal Gantikan E-Toll, Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

Whats New
Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Whats New
Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Spend Smart
Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Whats New
Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Whats New
Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Whats New
Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Work Smart
Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Whats New
Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari 'Middle Income Trap'

Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari "Middle Income Trap"

Whats New
Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Whats New
Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Whats New
Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Spend Smart
Pandemi Covid-19 Memasuki Fase Endemi, Industri Pernikahan Kembali Menggeliat

Pandemi Covid-19 Memasuki Fase Endemi, Industri Pernikahan Kembali Menggeliat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.