Kemenperin Dorong Industri Tenun dan Batik Genjot Daya Saing

Kompas.com - 21/03/2019, 18:09 WIB
Menperin Airlangga Hartarto didampingi Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih dan Ketua Pameran Adiwastra Nusantara 2019, Yantie Airlangga, mengunjungi stand mitra binaan PT Pupuk Indonesia (Persero) pada Pameran Adiwarsa Nusantara 2019, Rabu (20/3/2019), di JCC Jakarta. Dok. Kementerian PerindustrianMenperin Airlangga Hartarto didampingi Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih dan Ketua Pameran Adiwastra Nusantara 2019, Yantie Airlangga, mengunjungi stand mitra binaan PT Pupuk Indonesia (Persero) pada Pameran Adiwarsa Nusantara 2019, Rabu (20/3/2019), di JCC Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah ( IKM) nasional tenun dan batik untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi agar lebih berdaya saing di pasar domestik dan internasional.

Salah satunya melalui fasilitasi keikutsertaan pada pameran nasional Adiwastra Nusantara 2019 dengan tema Wastra Adati Generasi Digital.

“Tema Wastra Adati Generasi Digital menunjukkan bahwa wastra nusantara siap untuk bersaing di era ekonomi digital dimana persaingan usaha semakin kompetitif. Untuk menyikapi hal tersebut maka pemerintah berkewajiban meningkatkan daya saing produk dalam negeri.”jelas Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dalam pernyataannya, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Pargata, Bawa Tenun Tradisional Indonesia Tembus Mancanegara

Pameran ini diselenggarakan pada 20-24 Maret 2019 di Hall A dan B Jakarta Convention Center dengan diikuti 413 stand peserta dari seluruh Indonesia. Pameran ini ditargetkan dihadiri lebih dari 40.000 orang dari seluruh Indonesia dengan nilai penjualan Rp 45 miliar hingga Rp 50 miliar.

Airlangga mengatakan, industri tenun dan batik yang merupakan bagian dari kelompok industri tekstil dan busana memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Untuk komoditi tenun dan batik pada tahun 2018 nilai ekspornya mencapai 53,3 juta dollar AS dengan negara tujuan ekspor Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.

"Industri tenun dan batik yang banyak ditekuni oleh IKM tersebar di sentra-sentra industri. Terdapat 369 sentra IKM tenun dan 101 sentra IKM batik yang tersebar di hampir seluruh wilayah Nusantara," tambahnya.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X