KNKT Bantah Isi Rekaman CVR Lion JT 610 Bocor

Kompas.com - 21/03/2019, 19:32 WIB
Kotak berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) CVR Lion Air PK-LQP di Dermaga JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/1/2019). CVR itu ditemukan di dasar laut tertimbun lumpur sedalam 8 meter. WARTA KOTA/ALEX SUBANKotak berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) CVR Lion Air PK-LQP di Dermaga JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/1/2019). CVR itu ditemukan di dasar laut tertimbun lumpur sedalam 8 meter.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) membantah isi rekaman cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air JT 610 yang diungkap salah satu media internasional. Pesawat tersebut terjatuh di perairan Karawang pada Oktober 2018 lalu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, rekaman suara yang beredar luas di masyarakat tak sama dengan isi CVR yang diperoleh pihaknya.

“KNKT juga menyapaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” ujar Soerjanto di kantornya, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Soerjanto menambahkan, dalam CVR yang didapat pihaknya juga tak ditemukan isi rekaman penerbangan JT 043 rute Denpasar-Jakarta. Penerbangan JT 043 itu merupakan penerbangan sebelum JT 610 jatuh di perairan Karawang.

Baca juga: KNKT: Ada Pilot Ketiga di Pesawat Lion Air JT 043

“KNKT menyampaikan bahwa hasil download CVR merekam sejak persiapan penerbangan JT610 sampai dengan akhir penerbangan. Penerbangan JT043 sudah terhapus (overwritten) sehingga sudah tidak ada di CVR,” kata Soerjanto.

Hal itu disampaikan KNKT terkait bocornya rekamana CVR yang diberitakan Reuters. Disebutkan bahwa pilot pilot pesawat Lion Air JT 610 itu sempat berujar "Allahu Akbar".

Dalam berita berjudul "Black Box Reveals Clues to Lion Air Crash," disebutkan bahwa pilot panik mencari penyebab  pesawat dalam kondisi stall. Selain itu juga ada pilot yang sibuk mempelajari buku manual untuk menemukan solusi saat kondisi darurat.

Namun Reuters mengaku tidak memiliki rekaman maupun transkrip dari isi CVR. Pihaknyamenyebut mendengar isi rekaman CVR dari 3 sumber anomim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X