Pertumbuhan Ekonomi AS Merosot Jika Produksi Boeing 737 Max Berhenti?

Kompas.com - 22/03/2019, 11:30 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com - Bank investasi AS JP Morgan menilai, penghentian produksi pesawat Boeing 737 Max dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan Boeing dan bahkan perekonomian AS.

Kepala ekonom JP Morgan Michael Feroli pertumbuhan ekonomi AS secara tahunan dapat turun 0,6 persentase poin jika produksi pesawat itu dihentikan sementara.

"Tahun ini penjualan 737 diproyeksikan berjumlah sekitar 35 miliar dollar AS, dengan sekitar 90 persen diperhitungkan oleh model Max, atau sekitar seperempat dari total produksi pesawat domestik," kata Feroli dikutip dari CNBC Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Boeing Rombak Petingginya

Boeing masih memproduksi 737 Max, tetapi pengiriman pesawat itu telah dihentikan sementara karea pejabat AS melakukan penyelidikan atas persetujuan produksi pesawat tersebut.

Awal bulan ini, pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh, menandai bencana kedua yang melibatkan pesawat dalam waktu kurang dari enam bulan. 

Setelah kecelakaan itu, sejumlah maskapai dan negara menghentikan semua penerbangan yang melibatkan pesawat. Saham Boeing turun tajam sejak itu, anjlok lebih dari 11 persen.

Baca juga: Boeing Dinilai Tak Proaktif Tanggapi Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

“Boeing terus memproduksi pesawat,  namun pengirimannya ditunda sambil menunggu selesainya investigasi. Pada prinsipnya, ini berarti bahwa PDB (AS) seharusnya sebagian besar tidak terpengaruh untuk saat ini,” jelas Feroli.

Namun, diketahui bahwa Boeing mengirim e-mail kepada karyawan tentang memperlambat pekerjaan di salah satu pabrik perusahaan minggu depan. Isi e-mail itu menjelaskan terkait fokus pekerjaan di perusahaan Boieng.




Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X