Inflasi Rendah, Gejolak Global Mereda, Kok Suku Bunga Acuan BI Tidak Turun?

Kompas.com - 22/03/2019, 15:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019). Kompas.com/Mutia FauziaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memilih untuk menahan suku bunga acuan di angka 6 persen. Keputusan itu diambil setelah rapat Dewan Gubernur BI, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Namun keputusan itu mengundang pertanyaan mengapa BI tidak menurunkan suku bunganya.

Sebab inflasi terjaga di bawah 3 persen dan gejolak global juga relatif mereda karena Bank Sentral AS, The Fed memilih untuk menahan suku bunganya.

"Ya itu dia diskresinya Bank Sentral," ujar Menteri Koordinator Darmin Nasution, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan Tetap 6 Persen

Darmin yakin banyak orang yang ingin Bank Indonesia menurunkan suku bunganya. Sebab penurunan suku bunga bisa membuat bunga di bank-bank lebih rendah.

Darmin juga yakin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan punya pemikiran yang berbeda dengan BI soal suku bunga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ya itulah memang plus dan minusnya (BI lembaga) independen. Mereka berhitung dengan cara mereka sendiri. Saya tidak mau menebak gimana mereka berpikir," kata dia.

Meski mengaku "ogah" menebak cara berpikir BI, Darmin mengatakan bahwa kemungkinan kebijakan menahan suku bunga dilandasi upaya menjaga nilai tukar rupiah.

Sebab bila suku bunga tinggi, maka para investor akan tertarik memadukan modalnya ke Indonesia. Aliran masuk modal asing tersebut bisa membuat nilai tukar rupiah kuat.

Sebab aliran modal asing membuat permintaan rupiah kian besar, dengan demikian nilai tukar terhadap dollar AS pun akan menguat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.