Batalkan Pemesanan 49 Pesawat 737 MAX 8, Dirut Garuda Bertemu Boeing Pekan Depan

Kompas.com - 22/03/2019, 16:16 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com  — Pihak Maskapai Garuda Indonesia membatalkan pemesanan 49 unit pesawat Boeing 737 MAX 8. Terkait hal itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara akan bertemu dengan petinggi perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat Boeing pada pekan depan.

“Minggu depan saya ketemu petinggi Boeing. Mereka akan datang ke Indonesia,” kata Ari seperti dilansir Antara di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Dia mengatakan, pihaknya telah mengajukan pembatalan tersebut dan kemungkinan juga mengusulkan penggantian dengan jenis pesawat lain.

“Kemungkinan (penukaran) itu ada, tapi saat ini belum mengajukan opsi ke Boeing, baru cancel saja,” katanya.

Baca juga: Garuda Indonesia Kurangi Pemesanan Pesawat Boeing 737 Max 8

Dari total 50 pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dipesan Garuda, baru satu yang sudah datang dan dioperasikan untuk penerbangan domestik.

Namun, dia mengatakan masih belum dibahas terkait satu unit Boeing 737 MAX 8 yang sudah beroperasi tersebut. “Belum dibahas,” kata Ari.

Terkait biaya yang sudah dikeluarkan untuk pembelian pesawat tersebut, Ari mengatakan semua dibeli menggunakan skema pembiayaan (leasing). “Kami enggak ada capital expenditure tapi operational expenditure,” katanya.

Menurut dia, pembatalan tersebut karena hilangnya kepercayaan publik terhadap pesawat Boeing 737 MAX 8 setelah mengalami dua kali kecelakaan, yakni Lion Air JT 610 dan Ethiophian Airlines ET 302.

Terlebih, sejumlah otoritas penerbangan Uni Eropa dan Amerika Serikat Federal Aviation Administration sudah melarang sementara pengoperasian jenis pesawat tersebut.

Baca juga: Pemerintah RI Resmi Larang Terbang Boeing 737 Max 8

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.