Dengan CTG Berharga Belasan Juta Rupiah, Startup Ini Coba Tembus Pasar Dunia

Kompas.com - 22/03/2019, 22:43 WIB
Co-Founder dan CPO Sehati, Abraham Auzan (kiri) memberikan penjelasan tentang alat medis, TeleCTG di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Co-Founder dan CPO Sehati, Abraham Auzan (kiri) memberikan penjelasan tentang alat medis, TeleCTG di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

Selain itu, Abraham menyakini bahwa produk TeleCTG dapat dikenal lebih luas di pasar global dan dapat diterima  di dalam negari dalam meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu hamil di daerah terpencil. Tahun ini, Sehati fokus mendistribusikan alat ini ke desa terpencil di Pulau Jawa.

"Perusahaan bakal menggandeng dinas kesehatan setempat, bekerja sama dengan bidan-bidan di Puskesmas tiap desa. Perusahaan juga berencana untuk ekspor produk ke Vietnam dan Fhilipina pada akhir tahun. Dua negara ini dilirik karena memiliki karakteristik dan isu yang sama dengan Indonesia," lanjutnya.

Alat medis TeleCTG ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per unitnya. Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan CTG konvensional, yakni ratusan juta.

Sedangkan fungsi TeleCTG buatan Sehati ini ialah sendiri dapat mencatat detak dan irama jantung bayi, memonitor gerakan janin, dan mencatat kontraksi ibu hamil. Sama seperti CTG konvensional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.