Rhenald Kasali: Utang RI Tak Ada Apa-apanya jika Dibanding Negara Lain

Kompas.com - 23/03/2019, 13:14 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

"Jika dibandingkan negara lain, Indonesia ada di ranking ke-133 dunia. Artinya, utang bukan andalan Indonesia. Dan menurut saya, sungguh tak bermoral kita menakut-nakuti bangsa agar kurang percaya diri terkait utang ini," kata Rhenald.

Menurut Rhenald, biasanya, semakin maju ekonomi suatu negara, utangnya juga semakin besar. Namun, tidak dengan Indonesia. Jika ditelisik lebih jauh, Jepang ternyata negara dengan rasio utang tertinggi. Jepang menempati posisi nomor satu dunia dengan debt to GDP ratio 253 persen, disusul Yunani dengan 178 persen dan Lebanon 149 persen.

Di Asia Tenggara, Singapura yang dianggap bersih dari korupsi dan fasilitas publiknya maju ternyata berada di urutan ke-8 dalam berutang dengan rasio 110 persen.

Sementara Vietnam berada di urutan ke-56 dengan rasio utang 61,5 persen, Malaysia di peringkat ke-73 dengan rasio utang 50,9 persen, Filipina di peringkat ke-95 dengan rasio utang 42 persen, Thailand di peringkat ke-98 dengan rasio 41,8 persen, Kamboja di urutan ke-117 dengan rasio 35,1 persen, dan Myanmar di urutan ke-121 dengan rasio 33,6 persen.

"Jadi kalau ada yang membesar-besarkan bahwa setiap bayi yang lahir punya utang Rp 13 juta di sini, jangan kaget. Setiap bayi yang lahir di Singapura harus menanggung Rp 700 juta," kata Rhenald.

Bahkan, negara Islam seperti Saudi Arabia pun berutang dengan debt to GDP ratio pada Desember 2018 sebesar 17,2 persen. Selain debt to GDP, tentu ada beberapa indikator lain yang digunakan untuk melihat utang suatu negara. Misalnya, tingkat imbal hasil atau yield dan porsi kepemilikan oleh investor domestik dan asing.

Menurut Rhenald, yang terpenting adalah memahami bahwa utang Indonesia saat ini tidaklah mengerikan seperti yang dikatakan beberapa politisi. Apalagi kini APBN Indonesia sudah dikelola dengan prudent.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi, mari kita buka pikiran dan hati kita bahwa negeri ini tidak buruk-buruk amat ekonominya. Kecuali kita sendiri yang ingin melihatnya buruk tentunya," kata Rhenald.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.