Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 24/03/2019, 09:09 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing mengalami bulan yang buruk. Perusahaan ini berada di situasi sulit setelah dua kecelakaan fatal dalam kurun waktu lima bulan yang dialami oleh pesawat 737 Max-nya.

Pesawat ini seharusnya menjadi mesin pencetak uang bagi Boeing, dan merupakan bagian penting dari armada perusahaan. Namun, saat ini seluruh armada pesawat 737 Max telah dilarang terbang. Boeing juga tengah diselidiki tim investigasi kriminal AS terkait sertifikasi dan pemasaran pesawat.

Boeing sendiri mengatakan akan ada perbaikan pada software-nya terkait dia kecelakaan yang terjadi tersebut. Kendati begitu, nampaknya permasalahan yang menimpa Boeing itu tak terlihat seperti akan berakhir.

Baca juga: Batalkan Pemesanan 49 Pesawat 737 MAX 8, Dirut Garuda Bertemu Boeing Pekan Depan

Selain kecelakaan yang menimpa 737 Max kondisi Boeing diperparah oleh pemberitaan lainnya. Keterlambatan pengiriman proyek luar angkasa untuk NASA memicu kecaman. Dan insiden terpisah mengguncang kepercayaan militer AS pada kemampuan perusahaan untuk mengirimkan pesawat tanpa masalah.

"Apakah ada yang salah secara sistemik dengan budaya Boeing, atau ini hanya nasib buruk?" ujar Chris Higgins, seorang analis dari Morningstar seperti dikutip dari CNN, Minggu (24/3/2019).

"Orang luar melihat ke dalam (Boeing), sulit untuk tidak mempertanyakan apa yang salah,” sambungnya.

Akibat kejadian tersebut saham Boeing turun hampir 18 persen pada bulan ini, dan nilai saham Boeing telah merosot lebih dari 40 miliar dollar AS. Ini adalah penurunan yang langka untuk perusahaan yang telah membukukan laba banyak, dengan penjualan lebih dari 100 miliar dollar AS pada tahun lalu.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi AS Merosot Jika Produksi Boeing 737 Max Berhenti?

CEO Dennis Muilenburg mengatakan, dalam keterangan resminya pada pekan ini bahwa keselamatan adalah perhatian utama di Boeing.

"Memastikan perjalanan yang aman dan dapat diandalkan di pesawat kami adalah nilai yang bertahan lama dan komitmen mutlak kami untuk semua orang,” kata dia.

Muilenburg mengatakan dalam suratnya 18 Maret bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui apa yang terjadi dalam kecelakaan Ethiopian Airlines.

"Kami mengambil tindakan untuk sepenuhnya memastikan keamanan 737 MAX," katanya.

"Kami juga memahami dan menyesali apa yang dihadapi para pelanggan kami dan masyarakat penerbangan yang disebabkan oleh kebijakan meng-grounded armada ini," tambah dia.

737 Max dilarang terbang

Halaman Berikutnya
Halaman:



Close Ads X