Ada Aturan Besaran Tarif Ojek Online, Bagaimana dengan Tarif Promo?

Kompas.com - 25/03/2019, 14:45 WIB
Ojek Online yang manggkal di bawah kolong flyover dekat Stasiun Tebet StanlyOjek Online yang manggkal di bawah kolong flyover dekat Stasiun Tebet

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan besaran tarif ojek online. Tarif itu akan mulai berlaku pada 1 Mei 2019 mendatang.

Setelah besaran tarif dipatok, bagaimana nasib tarif promo yang kerap diterapkan oleh aplikator ojek online di Indonesia?

Menjawab pertanyaan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, aplikator tetap boleh melakukan tarif promo. Akan tetapi, tarif tersebut tak boleh di bawah tarif batas bawah yang telah ditentukan.

Baca juga: Kemenhub Akhirnya Putuskan Tarif Ojek Online, Ini Besarannya

“Jadi kalau menyangkut promo, itu tidak boleh melebihi tarif batas bawah secara netto. Tidak boleh lebih rendah dari angka yang sudah kami tentukan," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Selain itu, lanjut Budi, aplikator juga tak boleh menaikan tarif lebih mahal dari tarif batas atas yang telah ditentukan. Biasanya, aplikator kerap menaikan tarif di waktu-waktu tertentu seperti misalnya saat malam dan jam-jam sibuk.

“Otomatis juga aplikator tak boleh memainkan tarif batas atas, yang kadang terjadi di saat-saat tertentu," kata Budi.

Baca juga: Kemenhub Bandingkan Tarif Ojek Online di Thailand dan Vietnam

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menentukan besaran tarif ojek online. Penetapan tarif ini sendiri dibagi menjadi tiga zona.

Sistem zonasi ini sendiri terdiri dari, zona I yang meliputi Sumatera, Jawa selain Jabodetabek dan Bali. Zona II terdiri dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Sedangkan Zona III terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Untuk zona I, tarif batas bawahnya sebesar Rp 1.850 per kilometernya dan tarif batas atasnya Rp 2.300. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000. Biaya jasa minimal merupakan biaya yang dibayarkan penumpang untuk jarak tempuh maksimal 4 kilometer.

Baca juga: Alotnya Penetapan Tarif Ojek Online...

Di zona II, tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.000 dan tarif batas atasnya Rp 2.300 per kilometernya. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000.

Sedangkan di zona III tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.100 dan tarif batas atasnya Rp 2.600 per kilometernya. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Besaran tarif ini merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan biaya sewa aplikasi atau tarif bersih (nett) yang diterima pengemudi ojek online. Tarif ini akan mulai berlaku pada 1 Mei 2019 mendatang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X