Jelang Puasa, Mendag Cek Harga di Pasar Rakyat

Kompas.com - 26/03/2019, 08:12 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ketika melakukan kampanye Pakai Produk Indonesia di kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu (16/12/2018). Kompas.com/Mutia FauziaMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ketika melakukan kampanye Pakai Produk Indonesia di kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu (16/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mulai mengecek harga dan ketersediaan stok pangan jelang puasa dan lebaran 2019. Salah satunya kunjungan ke Pasar Induk Kramat Dalam Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (25/3/2019) kemarin.

Dia memastikan pihaknya akan mengawal ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok menjelang puasa dan Lebaran.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Jokowi untuk meninjau pasar, baik kondisi fisik maupun komoditas yang dijual. Hal ini untuk menjaga ketersediaan stok dan menghindari lonjakan harga bapok menjelang puasa dan Lebaran,” ujar Enggar dalam keterangan tertulis, Selasa (26/3/2019).

Menurut Enggar, perkembangan stok dan harga bapok di pasar tersebut relatif stabil.

Baca juga: Mayora Diminta Bikin Pabrik di Rusia, Mendag Minta Sukhoi Bangun Pabrik di Indonesia

Antara lain beras premium dijual dengan harga Rp 11.000-12.000 per kilogram, gula Rp 12.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp 10.000 per liter, telur ayam Rp 17.000 per kilogram, dan bawang putih Rp 24.000 per kilogram.

Sebelumnya, Kemendag telah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bahan pokok menjelang puasa dan Lebaran. Rakornas ini dilakukan untuk mengidentifikasi kesiapan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga barang pokok menjelang bulan puasa dan Lebaran.

Enggar menambahkan, dalam pembangunan pasar, Pemerintah tidak hanya membangun fisiknya saja, tetapi juga para pedagang di dalamnya. Untuk itu, Pemerintah akan mempersiapkan pembinaan kepada para pedagang agar mampu meningkatkan usahanya. Salah satunya dengan membuka akses kredit usaha rakyat (KUR).

“Pemerintah akan persiapkan pembinaan kepada para pedagang untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mendapatkan kemudahan akses untuk KUR, sehingga usahanya bisa lebih maju lagi,” kata Enggar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X