Transaksi Uang Elektronik Perbankan Meningkat, Ada yang Naik 211 Persen

Kompas.com - 26/03/2019, 15:45 WIB
Petugas memperlihatkan kartu uang elektronik yang dibagikan secara cuma-cuma di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. Masyarakat cukup membayar saldonya saja. Pembebasan biaya kartu ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pembayaran nontunai di gerbang tol sampai 100 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/17. ANTARAFOTO/Yulius Satria WijayaPetugas memperlihatkan kartu uang elektronik yang dibagikan secara cuma-cuma di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. Masyarakat cukup membayar saldonya saja. Pembebasan biaya kartu ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pembayaran nontunai di gerbang tol sampai 100 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perbankan terus menggenjot transaksi uang elektronik. Alhasil, transaksi kartu masing-masing bank mengalami pertumbuhan di awal tahun.

Transaksi kartu Flazz milik PT Bank Central Asia Tbk ( Kompas100: BBCA) misalnya, telah mencapai 60 juta transaksi selama Januari-Februari 2019 atau tumbuh 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sebagian besar transaksi Flazz digunakan untuk fasilitas publik terutama transportasi seperti jalan tol dan Transjakarta." kata Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA pada Kontan.co.id, Senin (25/3/2019).

Baca juga: Ada 37 Uang Elektronik yang Ada di Indonesia, Apa Saja?

Sepanjang dua bulan pertama tahun ini, BCA telah mengedarkan sekitar 500.000 kartu Flazz baru sehingga total kartu yang sudah beredar saat ini mencapai 15,5 juta.

Untuk mendorong pertumbuhan transaksi kartu Flazz tahun ini, BCA akan terus memperluas acceptance Flazz di sektor-sektor fasilitas publik seperti transportasi sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kenyamanan.

Kemudian, memberikan berbagai program promosi yang menarik untuk meningkatkan transaksi non-cash di berbagai outlet seperti Indomaret dan Alfamart.

Baca juga: Uang Elektronik Kian Populer, Penggunaanya Naik 66,6 Persen

Sementara kartu Brizzi milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Kompas100: BBRI) mencatatkan 91 Juta transaksi selama dua bulan pertama, tumbuh 211 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Pencapaian tersebut berkontribusi 9 persen dari total transaksi elektronik BRI di awal 2019.

Handayani, Direktur Konsumer BRI mengatakan, pembayaran di sektor transportasi tetap menjadi sumber utama perolehan transaksi Brizzi di tahun 2019. Guna mendorong transaksi Brizzi, BRI akan memantapkan mindset penggunaan uang elektronik sebagai alternatif alat bayar khususnya bagi kaum milenial.

Adapun kartu TapCash PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Kompas100: BBNI) mencatatkan rata-rata sales volume atas transaksi di dua bulan pertama sebesar Rp 27,02 miliar. Angka tersebut tumbuh 3,73 persen dari rata-rata sales volume per bulan tahun 2018.

Namun, dari sisi jumlah transaksi mengalami penurunan 23,2 oersen menjadi 2,29 juta dari rata-rata transaksi per bulan di tahun lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X