Hindari Korupsi, Menhub Minta Jajarannya untuk Selalu Ingat Keluarga

Kompas.com - 26/03/2019, 16:12 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (26/32019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (26/32019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan jajarannya untuk menghindari praktik korupsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Budi saat memberi pengarahan kepada jajaran Kemenhub dalam acara Rakornis Bidang Perhubungan Darat 2019 di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Dia pun sempat menyinggung salah satu petinggi partai yang baru-baru ini tersandung kasus korupsi.

“Ingat kah ada seorang petinggi partai, masih muda, berpendidikan tinggi ditangkap, terbukti dan bukan menjadi siapa-siapa. Saya ingatkan saudara-saudara di sini, please jangan lakukan, lupakan praktik seperti itu," ujar Budi.

Menurut Budi, untuk menghindari kasus korupsi, seseorang harus pandai-pandai bersyukur dengan kehidupannya saat ini. Apalagi jika telah menjadi pegawai negeri sipil.

“Saya SD di Muhammadiyah Palembang, rata-rata menengah ke bawah. Banyak yang masih jadi tukang becak, kerja di pasar dan lainnyam Artinya saya musti bersyukur bapak ibu juga pasti punya teman kurang beruntung perbandingannya itu. Kita bersyukur dan bekerja keras," kata Budi.

Budi meminta jajarannya untuk bangga dengan profesi yang saat ini sedang dijalani sebagai PNS Kemenhub. Sebab, bekerja di kementerian merupakan bentuk pengabdian bagi negara.

“Kita musti bangga, di luar negeri ASN derajatnya lebih tinggi drari swasta. Saya ingin sekali kita berubah berikan terbaik bagi bangsa," ucap dia.

Adapun politisi yang baru baru ini ditangkap KPK adalah Ketua Umum PPP, Romahirmuziy. Dia diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur.

Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X