Peraturan Ojek Online, Tarif Antar Makanan dan Antar Barang Tak Ikut Diatur

Kompas.com - 27/03/2019, 07:37 WIB
Driver Go-Jek yang sedang melihat notifikasi pesanan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2018) KOMPAS.com/Stanly RavelDriver Go-Jek yang sedang melihat notifikasi pesanan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan telah menetapkan besaran tarif ojek online. Tarif tersebut akan mulai berlaku pada 1 Mei 2019.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, dalam aturan yang dibuat pihaknya, hanya mengatur tarif ojek online yang mengangkut penumpang. Pihaknya tak mengatur tarif pemesanan makanan dan tarif pengantaran barang melalui ojek online.

“Enggak diatur,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Menurut Budi, masalah tarif pemesanan makanan dan tarif pengantaran barang melalui ojek online diatur oleh masing-masing aplikator.

Dia menjelaskan, pada awalnya pihak aplikator menerapkan tarif ojek online yang mengangkut penumpang hanya Rp 1.200 per kilometernya. Sebab, penyedia aplikator merasa para pengemudi bisa mendapat penghasilan lain dari jasa pemesanan makanan dan pengantaran barang.

“Justru, penyedia aplikator itu nett-nya dibawah karena ekosistemnya para pengemudi mendapat upah tidak dari penumpang saja, ada dari pengantaran makanan dan pengantaran barang. Dan itu dihitung semuanya, sehingga dia bisa melihat penghasilan pengemudi itu sekian. Kalau memang dihitung dari penumpang kecil, tapi kalau diakumulasi dengan yang lain sebenarnya mereka cukup,” ucap dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menentukan besaran tarif ojek online. Penetapan tarif ini sendiri dibagi menjadi tiga zona.

Sistem zonasi ini sendiri terdiri dari, zona I yang meliputi Sumatera, Jawa selain Jabodetabek dan Bali. Zona II terdiri dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Sedangkan Zona III terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Untuk zona I, tarif batas bawahnya sebesar Rp 1.850 per kilometernya dan tarif batas atasnya Rp 2.300. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000. Biaya jasa minimal merupakan biaya yang dibayarkan penumpang untuk jarak tempuh maksimal 4 kilometer.

Di zona II, tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.000 dan tarif batas atasnya Rp 2.300 per kilometernya. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000.

Sedangkan di zona III tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.100 dan tarif batas atasnya Rp 2.600 per kilometernya. Untuk biaya jasa minimalnya Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Besaran tarif ini merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan biaya sewa aplikasi atau tarif bersih (nett) yang diterima pengemudi ojek online. Tarif ini akan mulai berlaku pada 1 Mei 2019 mendatang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X