KILAS

Mentan Ajak Petani Subang Jadi Petani Jawara

Kompas.com - 27/03/2019, 16:21 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat berbincang dengan salah satu petani di acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di Alun-alun Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (27/03/2019)Dok. Humas Kementerian Pertanian RI Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat berbincang dengan salah satu petani di acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di Alun-alun Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (27/03/2019)
SUBANG, KOMPAS.com - Menteri Pertanian ( Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong para petani di Kabupaten Subang, Jawa Barat agar semakin semangat bekerja dan menjadi petani jawara.

Menurut dia, petani di Indonesia memiliki faktor-faktor pendukung untuk menjadi petani yang maju dibandingkan dengan negara-negara negara lain, seperti Kolombia, Jerman, hingga Korea Selatan.  

 
"Kita jauh lebih dimanjakan oleh alam. Di sana matahari bersinar hanya 6 bulan selebihnya salju, tapi mereka bisa ekspor (hasil pertanian). Kita matahari ada selama 12 bulan, tapi kita impor," ucap Amran pada acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di Alun-alun Kabupaten Subang, Rabu (27/03/2019).

Amran menjelaskan, dari segi teknologi yang digunakan hingga kecerdasan sumber daya manusia (sdm), Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara-negara negara lain. Akan tetapi ada satu hal yang membedakannya, yaitu passion dan semangat para petaninya.

Untuk itu, Amran mengimbau kepada para petani yang hadir pada acara siang hari itu agar terus semangat mengembangkan pertanian di Kabupaten Subang.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Subang itu, Mentan juga menyalurkan bantuan kepada pera petani, peternak, penyuluh, dan santri yang ada di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Bantuan yang diberikan bernilai sekitar Rp 43,63 miliar.

Adapun bantuan yang diberikan antara lain domba, ayam kampung, bibit tanaman buah, benih padi, bibit lada, dan traktor 2 roda.

"Semua bantuan itu fokus untuk meningkatkan kesejahteraan, taraf hidup dan kemandirian petani dalam memenuhi kecukupan pangan," terang Amran.

 
Motivasi untuk kemajuan
 
Penyaluran bantuan tersebut disambut baik oleh Bupati Subang Ruhimat. Dia mengatakan, kunjungan dan pemberian bantuan dari Mentan tersebut dapat menambah motivasi dalam pengembangan pertanian tanaman pangan bagi masyarakat Subang. 
 
"Warga Subang sedang bersemangat menuju perbaikan dalam berbagai hal khususnya pertanian," ujar Ruhimat dalam sambutannya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, lebih dari 50 persen warga Subang merupakan petani. Hal ini tentu saja membuat Kabupaten Subang memiliki potensi yang cukup besar.

Saat ini, di Subang salah satu yang potensi pertanian yang sedang dikembangkan menjadi produk unggulan, yaitu kopi cupunagara. Rencananya, pada Juli 2019 mendatang sebanyak 36 ton produk kopi tersebut akan diekspor ke Jepang. 

 
Sementara itu, Iin Warsinta, salah satu penerima bantuan Kementan pun berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan yang diberikan benar-benar berkualitas dan dapat membantu para petani seperti dirinya. 
 
"Pemerintah alhamdulillah perhatian bahwa benih yang diberikan harus bagus. Akhirnya kami dari kelompok tani diberikan benih yang sudah disertivikasi," ujar petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Gadis, Kecamatan Binong, Kabupaten Sumedang.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X