Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Konglomerasi Usaha Rakyat dengan Koperasi Venture Builder

Kompas.com - 27/03/2019, 20:10 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Koperasi venture builder bertujuan untuk membangun anak-anak usaha di bawahnya. Sehingga koperasi ini pasti berbentuk holding atau perusahaan payung. Ini berbeda juga dengan koperasi P2P Investment/ Crowd Investment.

Bedanya, pada venture builder, semua anak usaha adalah milik koperasi. Para pihak co-ownership pada anak-anak usaha di mana mereka berpatisipasi (modal, pengalaman dan tenaga). Sedangkan pada P2P Investment, peran koperasi hanya memobilisasi modal dan menyalurkannya pada usaha tertentu. Status usaha dimiliki oleh pemiliknya.

Sesungguhnya dengan skema ini kita sedang melakukan konglomerasi usaha mikro dan kecil atau sektor usaha rakyat. Sebab setiap anak usaha yang dibangun dan dikembangkan, misalnya angkringan, tambat ban atau sate, dikelola secara profesional sebagai anak usaha perusahaan. Dengan cara demikian standar operasional dan mutu bisa dijaga. Kuncinya adalah pada manajemen operasional oleh para manajer, bukan pada jenis usahanya.

Sehingga seluruh aset anak usaha tercatat dan terkonsolidasi pada neraca koperasi. Alhasil tak ada lagi “usaha mikro dan kecil”, sebab semuanya terkonsolidasi menjadi satu di bawah payung holding koperasi.

Status para worker adalah karyawan/ pekerja koperasi. Mereka juga bisa berperan sebagai investor pada anak usaha yang lain. Sebabnya skema investasi bersifat crowd investment tadi. Maka, worker tak hanya memperoleh active tapi juga passive income bulanan.

Koperasi venture builder ini adalah model baru di Indonesia. Menurut saya modelnya lebih dekat pada genus koperasi pekerja (worker co-op) daripada koperasi investasi (investment co-op).

Proposisi nilai yang ditawarkan yakni menciptakan lapangan kerja dan kekayaan (passive income generating) bagi para pihak. Model seperti ini menurut saya sangat cocok dikembangkan di Indonesia, negeri berjuta-juta UKM. Geser paradigmanya: masalah bagi mereka, peluang bagi kita semua. Kolaborasi adalah koentji! []

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com