RI akan Luncurkan Satelit Senilai Rp 22 Triliun, Untuk Apa?

Kompas.com - 28/03/2019, 20:39 WIB
Dengan Palapa Ring, tak kurang 57 kota dan wilayah terisolir seperti Ranai di Natuna, Sangihe di ujung utara Sulawesi, Rai Juha di Laut Sabu, Alor, Wetar, Saumlaki, Tual, Timika, Nabire, dan puluhan kota lain di Indonesia Timur, tersambungkan jaringan kabel optik. Dok. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf AminDengan Palapa Ring, tak kurang 57 kota dan wilayah terisolir seperti Ranai di Natuna, Sangihe di ujung utara Sulawesi, Rai Juha di Laut Sabu, Alor, Wetar, Saumlaki, Tual, Timika, Nabire, dan puluhan kota lain di Indonesia Timur, tersambungkan jaringan kabel optik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Akses internet kian dibutuhkan masyakarat di tengah era digital atau era revolusi Industri 4.0. Tak hanya di kota-kota besar namun juga hingga keseluruh pelosok negeri.

Namun kondisi geografis Indonesia membuat hal itu tak mudah diwujudkan. Bahkan proyek serat optik Palapa Ring saja tak menjamin semua titik di pelosok negeri bisa mengakses internet.

Oleh karena itu, pemerintah akan meluncurkan satelit yang nilanya ditaksir Rp 22 triliun. Satelit itu digadang-gadang akan membuat masyarakat di seluruh pelosok negeri bisa mengakses internet berkecepatan tinggi.

Namun masyarakat perlu bersabar karena satelit tesebut baru akan diluncurkan pada akhir 2022 mendatang.

Baca juga: Palapa Ring Rampung, Tak Semua Titik Bisa Akses Internet Berkecepatan Tinggi

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Anang Latif mengungkapan hal itu dalam acara Danabakti PT SMI 2019 di Ritz Carlton PP, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

"Satelit ini nantinya akan menjadi satelit pertama yang dimiliki pemerintah yang dinamakan teknologi terkini High Throughput Satellite (HTS)," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anang mengatakan, ukuran satelit HTS sepuluh kali lipat dari satelit-satelit swasta saat ini.

Kominfo kata Anang, yakin satelit HTS akan menyelesaikan semua masalah konektivitas untuk 150.000 titik di seluruh Indonesia.

"Satelit ini rencananya akan meluncur karena konstruksinya 3 tahun jadi akhir 2022. ketika satelit di atas, sampai pelosok pun nanti akan tercapai internet kecepatan tinggi," kata dia.

Sambil menunggu satelit HTS, pemerintah menyiapkan alternatif dengan melakukan sewa kapasitas satelit swasta yang ada di atas teritori Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X