Cerita Bos Tokopedia soal Inspirasi Kembangkan AI di Indonesia

Kompas.com - 28/03/2019, 22:11 WIB
CEO Tokopedia William Tanuwijaya di konferensi pers World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, Selasa (25/9/2018) KOMPAS.com/ Putri Syifa NurfadilahCEO Tokopedia William Tanuwijaya di konferensi pers World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, Selasa (25/9/2018)

DEPOK, KOMPAS.com - CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengaku mendapat inspirasi mengembangkan artificial intelligence (AI) setelah menghadiri acara Softbank World di Tokyo.

Dia bercerita, pendiri Softbank Masayoshi Son saat itu bertanya kepada para tamu tentang menunggangi kuda di jalan.

"Saat itu, Masa (panggilan Masayoshi) bertanya kepada para audiens. 'Jika hari ini Anda menunggangi kuda di jalan raya, apakah Anda akan ditahan oleh polisi?' Semuanya menganggukkan kepala sebagai tanda setuju," ujar William Tanuwijaya saat peluncuran AI Center of Excellence di Depok, Kamis (28/3/2019).

Menurut William,  Masa pun memberikan prediksi bahwa tidak lama lagi mengendarai mobil di jalan raya akan dijegal polisi. Pengendara mobil akan mempunyai tempat khusus seperti tempat untuk menunggangi kuda saat ini.

Baca juga: Tokopedia dan UI Luncurkan Pusat Riset AI Pertama di Indonesia

Mengapa begitu? Rupanya saat ini telah banyak perusahaan yang menerapkan AI pada kendaraannya sehingga kendaraan-kendaraan tersebut menjadi self driving car atau automatic car yang tidak perlu lagi dikendarai oleh manusia.

"Mobil tersebut di persimpangan jalan yang sangat padat dengan lampu merah yang rusak mampu melewati persimpangan jalan tersebut tanpa mencederai satu orang pun," kata William.

Selain menerapkan AI pada mobil, William bercerita bahwa ada sebuah perusahaan yang menerapkan AI untuk menguraikan kemacetan.

"Belum lama ini, Didi (ojek online di China) diajak kerja sama oleh pemerintah setempat untuk menguraikan kemacetan di jalan raya. Semua mobil ditanami sim card sehingga bisa menginstruksikan navigasi pada mobil. Penanaman simcard ini benar-benar mampu menguraikan kemacetan. Karena keberhasilan itu, program tersebut direplika dari 1 kota menjadi 100 kota," tutur William.

Baca juga: Ini Cara agar Perempuan bisa Berperan dalam Mengembangkan Kecerdasan Buatan

Hal itulah yang memberikan inspirasi kepada William sehingga ingin mengembangkan kecerdasan buatan di Indonesia. Dengan kecerdasan buatan ini, negara akan semakin maju dalam perkembangan teknologi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lingkungan.

"AI Center ini sebagai wadah. Wadah yang dipakai peneliti dan praktisi untuk membangun Indonesia bersama. Sehingga masalah-masalah kompleks seperti sosial, ekonomi, dan bisnis bisa kita pecahkan bersama-sama," ujar William

"Indonesia yang saat ini berkembang, bisa menjadi negara maju. dan harapannya, 2045 nanti 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia emas akan diakui sebagai negara maju karena inovasi-inovasi yang kita buat bersama," tambah dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X