KILAS

Kementan Musnahkan 6,1 Ton Benih Jagung Asal India

Kompas.com - 30/03/2019, 16:23 WIB
Benih jagung asal India dimusnahkan dengan cara dibakar karena terdeteksi mengandung bakteri Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1 bernama Pseudomonas Syrungae Pv Syrungae (PSS).
Dok Humas KementanBenih jagung asal India dimusnahkan dengan cara dibakar karena terdeteksi mengandung bakteri Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1 bernama Pseudomonas Syrungae Pv Syrungae (PSS).

Penyakit itu juga tak dapat ditangani dengan perlakuan khusus sehingga harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Ia juga sepakat kalau bakteri ini dapat mendatangkan kerugian secara ekonomi serta mengancam keberhasilan Upaya Khusus (Upsus) mewujudkan swasembada Padi, Jagung dan Kedelai di Indonesia.

“Saya mengapresiasi para petugas karantina pertanian dan seluruh Komunitas Bandara, bapak ibu yang secara nyata melindungi pertanian kita, bisa dibayangkan berapa kerugian yang akan kita alami apabila benih berbakteri ini tersebar,” ujar Gatot.


Perwakilan PT Metahelix Life Sciences Indonesia, Reri Susanto selaku perusahaan pemilik benih jagung tersebut mengapresiasi kinerja pemerintah dalam mencegah masuk dan tersebarnya OPTK yang dapat membahayakan sektor pertanian dalam negeri. 

“Saya mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian, sebagai bagian dari warga negara Indonesia saya harus ikut dan taat pada peraturan yang berlaku. Ini pembelajaran untuk kami selaku pengusaha agar ke depannya tidak terjadi lagi” sambung Reri. 

Selain benih jagung, Karantina Pertanian Soekarno Hatta juga memusnahkan 2 kilogram benih padi asal Jepang ilegal yang dibawa oleh perorangan, dan tidak dilengkapi dengan persyaratan dokumen karantina sesuai dengan UU No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 

Semangat melindungi pertanian Indonesia juga ditunjukan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Ridwan Siahaan yang secara langsung ikut melakukan pemusnahan benih-benih tersebut. 

“Pemusnahan ini merupakah bagian dari melindungi pertanian Indonesia, ini juga bentuk dukungan terhadap visi Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia. Kami di Inspektorat Jenderal selain bertugas mengawasi, juga berkomitmen untuk ikut serta mendukung dalam mewujudkan visi tersebut,” kata Justan. 

Pada akhir agenda pemusnahan, Gatot mengatakan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki kemampuan memproduksi benih yang berkualitas. Karenanya, ia mengimbau kepada seluruh pihak agar memanfaatkan benih lokal.

“Penggunaan benih lokal mendukung terciptanya lapangan pekerjaan. Selain itu merupakan bagian dari kecintaan kita terhadap produk anak bangsa,” lanjut Gatot. 

Ia juga mengimbau pada seluruh pihak khususnya Karantina Pertanian untuk terus mendukung kesejahteraan petani melalui akselerasi ekspor pertanian Indonesia. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X