Terkait Pembubaran Dana Pensiun, Ini Penjelasan Avrist Assurance

Kompas.com - 01/04/2019, 13:29 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Avrist Assurance termasuk salah satu perusahaan asuransi yang dana pensiunnya dibubarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pembubaran tersebut, merupakan permohonan perusahaan pendiri dana pensiun tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur PT Avrist Assurance Anna Leonita menyatakan bahwa pembubaran tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam penyelenggaraan program pensiun.

Dana pensiun Avrist merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) bagi karyawan PT Avrist Assurance. Dana pensiun dibubarkan agar implementasi tata kelola dana pensiun lebih baik dan sejalan dengan perkembangan peraturan OJK.

"Oleh sebab itu, Perusahaan mengalihkan program pensiun karyawan ke dana pensiun lembaga keuangan (DPLK)," ujar Anna dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (1/4/2019).

Avrist menegaskan bahwa pengalihan dana pensiun itu tidak berkaitan sama sekali dengan layanan DPLK yang ditawarkan Avrist kepada para nasabah. Pengelolahan DPLK PT Avrist Assurance tetap beroperasi seperti biasa.

"PT Avrist Assurance tetap berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan pelayanan dalam pengelolaan DPLK PT Avrist Assurance," kata Anna.

Diberitakan sebelumnya, OJK membubarkan tiga dana pensiun, yakni Dana Pensiun Avrist (PT Avrist Assurance), Dana Pensiun Dystar Cilegon Iuran Pasti (PT DyStar Colours Indonesia), dan Dana Pensiun Citas Otis Elevator (PT Citas Otis Elevator).

Perusahaan membubarkan dana pensiun karena ingin meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan program pensiun. Oleh karena itu, perusahaan mengalihkan program pensiun ke dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).

Adapun pembubaran Dana Pensiun Avrist berdasarkan keputusan Dewan Komisioner Nomor KEP-11/D.05/2019 tanggal 28 Januari 201 terhitung efektif sejak 31 Oktober 2018.

Keputusan pembubaran tersebut sekaligus menetapkan tim likuidasi dana pensiun. Tim ini bertugas untuk melaksanakan proses likuidasi sesuai Peraturan OJK Nomor 9/POJK.05/2014 tentang Pembubaran dan Likuidasi Dana Pensiun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X