OJK Apresiasi KSEI dan DSN-MUI yang Dorong Fatwa tentang Investasi Syariah

Kompas.com - 01/04/2019, 16:49 WIB
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi (kanan) menerima salinan fatwa DSN-MUI secara simbolis dari Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas (kedua kiri) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/4/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi (kanan) menerima salinan fatwa DSN-MUI secara simbolis dari Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas (kedua kiri) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN- MUI) yang telah menerbitkan fatwa Proses Bisnis Atas Layanan Jasa dalam PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, mengatakan, fatwa tersebut akan melengkapi landasan hukum invastasi syariah dalam pasar modal di Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi upaya dari KSEI dan DSN MUI untuk menerbitkan fatwa nomor 124 ini," kata Hoesen di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Menurut Hoesen, langkah ini sangat positif untuk mendorong perkembangan investasi di dalam negeri. Khususnya investasi sektor syariah.

Langkah yang diupayakan KSEI hingga akhirnya DSN-MUI menerbitkan fatwa ini sejalan dengan upaya yang digalakan OJK selama ini.

"Saat ini sudah lebih dari 20 fatwa. Penerbitan berbagai fatwa DSN tersebut sejalan dengan upaya OJK untuk mendorong pengembangan pasar modal syariah di Indonesia," tuturnya.

Dia mengungkapkan, di tengah tantangan ekonomi dan politik global di 2018 yang bergerak cukup dinamis, industri pasar modal Indonesia, khususnya pasar modal Syariah mampu tumbuh secara positif dan mendapatkan apresiasi dari lembaga dunia.

Total aset keuangan syariah Indonesia termasuk saham syariah per akhir Desember 2018 sudah mencapai Rp 4.956 triliun atau mencapai 33,4 persen dari produk domestik bruto Indonesia.

"Sebagian besar aset keuangan syariah di Indonesia tersebut disumbang oleh sektor pasar modal syariah. Ini menunjukkan bahwa industri keuangan syariah khususnya pasar modal syariah, termasuk salah satu sektor yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," terangnya.

Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir nilai kapitalisasi saham syariah telah tumbuh sebesar 24 persen. Yaitu dari Rp 2.947 triliun di 2014 menjadi Rp 3.667 triliun di 2018. Perkembangan positif ini didorong antara lain semakin meningkatnya kepercayaan investor terhadap industri pasar modal syariah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X