Proses Klaim Lebih Mudah, Pastikan Asuransi Kesehatan Anda Punya Kartu Nontunai

Kompas.com - 02/04/2019, 11:12 WIB
Ilustrasi asuransi. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi asuransi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini masih ada beberapa kasus penanganan kesehatan di rumah sakit yang bermasalah karena proses klaim asuransi yang berbelit. Seringkali proses ini memakan waktu hingga dana tidak langsung cair.

Namun, pembayaran ke fasilitas kesehatan bisa lebih mudah dan terhubung langsung ke perusahaan jika menggunakan kartu nontunai.

Head of Health Claim Department Sequis dr. A.P. Hendratno menekankan pentingnya memastikan bahwa produk asuransi kesehatan Anda telah dilengkapi kartu nontunai. Hal ini akan memudahkan pemegang polis melakukan pembayaran di fasilitas kesehatan.

Sequis merupakan salah satu perusahaan asuransi yang melengkapi produknya dengan kartu nontunai.

Baca juga: Jangan Lakukan Kesalahan ini agar Asuransi Berguna Hingga Hari Tua

Dalam kartu nontunai tersebut juga terdapat identitas pasien yang dapat diverifikasi secara online oleh petugas pendaftaran rumah sakit. Kartu ini digunakan untuk mengajukan klaim saat dirawat di rumah sakit yang dirujuk atau yang bermitra dengan perusahaan asuransi.

"Dengan kartu cashless, pemilik polis tidak perlu membayar uang tunai karena biaya perawatan menjadi tanggungan perusahaan asuransi sesuai yang tercantum dalam buku polis," ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Selasa (2/4/2019).

Dengan kartu nontunai, pemegang polis hanya perlu membayar jika terdapat kelebihan klaim setelah pasien selesai menjalani proses rawat inap atau rawat jalan. Mengingat risiko kesehatan dalam hidup tak bisa ditebak dan kartu nontunai sangat bermanfaat pada saat rawat inap, Hendra mengingatkan untuk selalu membawa kartu ini kemanapun Anda pergi.

"Simpan selalu kartu cashless di tempat yang mudah terjangkau dan selalu bawa jika berpergian," kata Hendra.

Hendra juga memastikan pemegang polis mengetahui daftar rumah sakit rekanan perusahaan asuransi Anda. Jika kartunya hilanh, segera lapor pada perusahaan asuransi untuk diganti.

Fasilitas nontunai tersebut berlaku di seluruh jaringan rumah sakit yang bekerja sama dengan pihak penanggung.

Hendra mengatakan, Sequis menyediakan fasilitas layanan nontunai untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan perawatan bagi nasabahnya di lebih dari 560 rumah sakit di Indonesia juga tersedia di 54 rumah sakit di Malaysia dan 4 rumah sakit di Singapura. Untuk proses administrasi cashless, Sequis bekerja sama dengan Admedika.

Sepanjang 2018, Sequis telah membayarkan kewajiban klaim kesehatan lebih dari Rp 262,423 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 persen atau lebih dari Rp139,161 miliar merupakan klaim kesehatan yang dibayarkan secara nontunai.

Dari total pembayaran klaim kesehatan secara nontunai ini, paling banyak 1,56 persen berasal dari klaim penyakit Diarrhoea and Gastroenteritis of presumed infectious origin (GED).

"Ini merupakan bentuk dari komitmen kami untuk melakukan kewajiban pembayaran klaim sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku demi membantu nasabah mencapai hari esok yang lebih baik,” kata Hendra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Rilis
Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Whats New
Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X