MRT Jadi Juara Hemat Waktu, Apakah Juga Paling Hemat Biaya?

Kompas.com - 02/04/2019, 17:00 WIB
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Moda transportasi publik Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu ( MRT) berbayar resmi beroperasi pada 1 April 2018.

Sebelumnya, MRT Jakarta membuka kesempatan bagi warga untuk menjajal moda transportasi baru di Jakarta ini secara gratis. Pada bulan pertama sepanjang April 2019, pengguna hanya dikenakan 50 persen dari tarif.

Selanjutnya, mulai 1 Mei 2019, akan dikenakan tarif normal.

MRT menjual kecepatan transportasi dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia (HI). Sontak, MRT menjadi moda transportasi impian yang selama ini diidamkan masyrakat pengguna transportasi publik, utamanya bagi yang bekerja di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Baca juga: Serba-serbi Hari Pertama Pemberlakuan Tarif MRT Jakarta...

Kehadirannya juga sangat ditunggu-tunggu, setelah warga Jakarta harus merasakan growing pain, alias kendala berupa kemacetan karena penyempitan jalan akibat pembangunan stasiun MRT.

Harga tiket MRT sempat menjadi perbincangan. Dengan jarak yang relatif dekat, dianggap terlalu mahal jika harus membayar Rp 14.000 dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, juga sebaliknya.

Sementara jarak dari satu stasiun ke stasiun berikutnya dikenakan tarif Rp 4.000. Namun, tak sedikit juga yang menganggap harga tersebut sepadan dengan kenyamanan kereta dan stasiun serta kecepatan menuju lokasi kerja.

Baca juga: Menhub: Kartu Uang Elektronik akan Bisa Digunakan untuk Naik MRT

Kompas.com mencoba membandingkan tarifnya dengan beberapa moda transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

1. TransJakarta

Bus transjakarta dengan karakter yang murah meriah menggunakan jalan yang telah ada dan teknik konstruksi yang sederhana. Rute awal (sepanjang 12.9 kilometer dengan biaya US$ 29 juta) telah ditambah dan diadaptasi berulang kali sehingga saat ini mencapai 125 rute, 2,000 bus, dan lebih dari 650.000 penumpang setiap hari.Ceritalah/Zakie Ramadhani Bus transjakarta dengan karakter yang murah meriah menggunakan jalan yang telah ada dan teknik konstruksi yang sederhana. Rute awal (sepanjang 12.9 kilometer dengan biaya US$ 29 juta) telah ditambah dan diadaptasi berulang kali sehingga saat ini mencapai 125 rute, 2,000 bus, dan lebih dari 650.000 penumpang setiap hari.

Saat ini belum ada rute TransJakarta yang menghubungkan langsung Lebak Bulus dengan Bundaran HI. Rute terdekat dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI, yakni berhenti di Halte Harmoni, namun tidak melewati jalur Sudirman dan MH Thamrin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X