OJK Belum Terima Laporan Soal Akuisisi Bank Yudha Bakti oleh Akulaku

Kompas.com - 02/04/2019, 17:31 WIB
Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Heru Kristiyana Kompas.com/Mutia FauziaKepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Heru Kristiyana

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi finansial ( fintech/financial technology) penyedia jasa pinjaman online (pinjol) atau peer to peer lending Akulaku dikabarkan akan melakukan proses akuisisi Bank Yudha Bhakti.

Jika proses akuisisi ini benar-benar dilakukan, maka akan menjadi akuisisi bank oleh fintech untuk pertama kalinya di Indonesia.

Namun, Otoritas Jasa Keuangan mengaku belum menerima laporan terkait proses akuisisi ini.

"Akulaku belum lapor ke kami, belum datang ke kami, nanti kita kaji dong," ujar Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Heru Kristiyana di Jakarta, Selasa (2/3/2019).

Kabar mengenai akuisisi yang akan dilakukan oleh fintech P2P lending asal China muncul setelah mereka menyuntikkan modal sebesar Rp 500 miliar kepada Bank Yudha Bakti pertengahan Maret lalu.

Bank Yudha Bhakti pun berencana menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II atau bank dengan modal inti berada di kisaran Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun tahun ini.

Untuk mencapai target tersebut, BBYB akan melakukan penambahan modal dengan penawaran saham skema rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Adapun jumlah saham yang ditawarkan dalam HMETD mencapai 3 miliar lembar saham dengan Akulaku sebagai standby buyer atau pembeli siaga dalam aksi korporasi ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Memutus Penyebaran Covid-19 saat “New Normal”

4 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Memutus Penyebaran Covid-19 saat “New Normal”

Spend Smart
Harga Emas Antam Anjlok Rp 17.000

Harga Emas Antam Anjlok Rp 17.000

Whats New
CORE: Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Rp 677 Triliun Masih Jauh Dari Ideal

CORE: Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Rp 677 Triliun Masih Jauh Dari Ideal

Whats New
KKP Kembali Lepasliarkan 95.610 Benih Lobster

KKP Kembali Lepasliarkan 95.610 Benih Lobster

Whats New
Tata Cara Lengkap Refund Dana Haji Reguler, Khusus, serta Pelimpahan Porsi

Tata Cara Lengkap Refund Dana Haji Reguler, Khusus, serta Pelimpahan Porsi

Whats New
Luhut Minta Menkes Pelopori Protokol untuk Pelaku Usaha Jelang New Normal

Luhut Minta Menkes Pelopori Protokol untuk Pelaku Usaha Jelang New Normal

Whats New
IHSG dan Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Rally

IHSG dan Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Rally

Whats New
Jaga Kelangsungan Usaha di Masa Pandemi, Menaker Terbitkan Surat Edaran

Jaga Kelangsungan Usaha di Masa Pandemi, Menaker Terbitkan Surat Edaran

Whats New
Pemerintah Tambah Subsidi Bunga, Ini Syarat UMKM Bisa Mendapatkan Relaksasi KUR

Pemerintah Tambah Subsidi Bunga, Ini Syarat UMKM Bisa Mendapatkan Relaksasi KUR

Whats New
Pertama Kalinya dalam 29 Tahun, Australia Mengalami Resesi

Pertama Kalinya dalam 29 Tahun, Australia Mengalami Resesi

Whats New
Luhut: Pasca Pandemi, Pemerintah Fokus Hilirisasi Minerba

Luhut: Pasca Pandemi, Pemerintah Fokus Hilirisasi Minerba

Whats New
Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerjanya di Program Tapera Paling Lambat 2027

Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerjanya di Program Tapera Paling Lambat 2027

Whats New
[POPULER MONEY] Luhut Tantang Pengritik Utang Negara | Tagihan Listrik Raffi Ahmad

[POPULER MONEY] Luhut Tantang Pengritik Utang Negara | Tagihan Listrik Raffi Ahmad

Whats New
Upah Maksimal Rp 8 Juta Berhak Ajukan Pembelian Rumah Melalui Program Tapera

Upah Maksimal Rp 8 Juta Berhak Ajukan Pembelian Rumah Melalui Program Tapera

Whats New
New Normal, Maskapai Diminta Tutup Fasilitas Toilet Pesawat Selama Penerbangan

New Normal, Maskapai Diminta Tutup Fasilitas Toilet Pesawat Selama Penerbangan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X