Starbucks Jadi Salah Satu Penyumbang Pendapatan Terbesar bagi MAP

Kompas.com - 02/04/2019, 19:43 WIB
Ilustrasi produk Starbucks.SHUTTERSTOCK Ilustrasi produk Starbucks.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) mencatatkan pendapatan bersih Rp 18,9 trilun di 2018 atau naik 16 persen dari tahun sebelumnya yakni sekitar Rp 16,3 trilun.

Laba usaha sekitar Rp 1,5 trillun dan laba bersih meningkat tajam sekitar 132 persen, dari Rp 350 miliar menjadi Rp 814 miliar.

Head of Corporate Communication MAP, Fetty Kwartati, mengatakan, saat ini ada empat segmen ritel yang dioperasikan MAP. Keempat itu ialah depertement store, specialty store, food and beverage (F&B), dan others.

"Jumlah toko kurang lebih 2.300, tersebar di 71 kota di seluruh Indonesia," kata Fetty kepada Kompas.com, Selasa (2/4/2019).

Fetty menjelaskan, dari empat segmen itu memberikan kontribusi berbeda untuk MAP, baik dari sisi pendapatan, laba usaha, dan laba bersih. Akan tetapi, specialty store paling tinggi memberikan sumbangan pada keuangan perusahaan ritel gaya hidup ini.

"Kontribusi penjualan paling besar itu dari specialty store, 73 persen; departement store, 12 persen; F&B, 14 persen; dan others, 1 persen," sebutnya.

Starbuck

Dia mengungkapkan, khusus pada F&B, ada sepuluh brand yang dipegang perseroan. Dari jumlah itu, brand yang paling besar memberikan sumbangan pendapatan adalah Starbucks. Namun, ia enggan menyebutkan persentase maupun nominalnya.

"Dari F&B, brand itu kontribusi terbesar dari Starbucks. Tidak bisa disebutkan by brand, jadi pembagiannya hanya empat segmen tadi. Tidak bisa di-breakdown by brand," jelasnya.

Ia melanjutkan, tahun ini MAP menergetkan pertumbuhan penjualan bisa mencapai 15 persen. Sedangkan untuk pertumbuhan keuntungan sama atau lebih tinggi. Beragam upaya dan cara akan dilakukan untuk mencapai terget tersebut.

"Strateginya, selain meneruskan yang sudah dijalankan tahun lalu, tahun ini fokusnya tiga area di sisi sport, fashion, dan F&B. Plus ada e-commerce yang didesain menjadi omni channel, (layanan) online to offline (O2O)," tandasnya.




Close Ads X