Penguatan Rupiah Tertahan Tingginya Minat Investor terhadap Dollar AS

Kompas.com - 02/04/2019, 19:52 WIB
Ilustrasi rupiah dan dollar AS THINKSTOCKSIlustrasi rupiah dan dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki kuartal II-2019 mata uang rupiah kembali bangkit. Tetapi ruang geraknya agak sedikit terhambat, sehingga belum bisa melaju lebih tinggi.

Berdasarkan data Bloomberg, pada Selasa (2/4/2019) rupiah ditutup menguat 0,04 persen di level Rp 14.223 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara dalam kurs tengah Bank Indonesia mata uang Garuda terdepresiasi 0,04 persen menjadi Rp 14.237 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi menilai posisi rupiah saat ini tertahan oleh minat pasar terhadap dollar AS yang masih tinggi. Terbukti dollar AS dalam index spot tercatat tumbuh 0,15 persen di level 97,38.

Baca juga: BI Pede Rupiah Menguat Sepanjang Tahun Ini

Bila dibandingkan dengan mata uang utama lainnya misalnya poundsterling dan euro, dollar AS masih lebih unggul. Padahal rilis data penjualan ritel AS perode Maret, kemarin dilaporkan merah.

Outlook AS masih lebih baik pada Inggris dan zona Euro, dollar AS masih dianggap safe-haven meski suku bunga The Fed tidak naik masih lebih tinggi daripada dua kawasan itu,” kata Dini kepada Kontan.co.id.

European Central Bank (ECB) sudah memberikan pernyataan dovish bahwa ekonomi zona Eropa akan melemah tahun ini. Sementara Inggris masih dihantui perihal penyelesaian proposal Brexit yang sampai saat ini masih mengambang. Suku bunga the Fed lebih tinggi.

Baca juga: Rupiah Bergejolak, Mengapa Kondisi Perbankan Indonesia Tetap Stabil?

Nah, rupiah masih bisa unggul sebab ditopang oleh neraca perdagangan dan data inflasi bulanan Indonesia yang masih dianggap positif. Selain itu, Nikkei juga baru saja merilis data Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia periode Maret yang masuk ke area positif di posisi 51,2 lebih tinggi daripada bulan sebelumnya.

Akhir pekan ini AS akan merilis data non-farm payroll. Dini menilai jika pasar sudah mengantisipasi hasil dari rilis tersebut rupiah bisa naik. Ia juga memandang ekspektasi mata uang Garuda masih bagus di rentang pergerakan Rp 14.175-Rp 14.265 per dollar AS. (Yusuf Imam Santoso)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Kenaikan rupiah tertahan tingginya minat investor terhadap dollar AS



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Whats New
Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Whats New
Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Whats New
Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X