Empat Tanda bahwa Anda Sudah Harus Keluar dari Sebuah Perusahaan

Kompas.com - 04/04/2019, 06:05 WIB
ilustrasi berhenti dari pekerjaan Riccardo_Mojanailustrasi berhenti dari pekerjaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Memutuskan untuk berhenti dari suatu pekerjaan merupakan salah satu keputusan penting dalam hidup Anda.

Founder Happiness Infinity LLC, Amy Nguyen mengatakan, sepanjang kariernya di bidang sumber daya manusia dan sebagai pelatih kebahagiaan karier, banyak wanita datang kepadanya untuk berkonsultasi tentang keputusan keluar dari pekerjaan.

Berikut adalah empat tanda peringatan terbesar bahwa mungkin sudah saatnya untuk berhenti dari pekerjaan Anda:

1. Tidak Menyukai Pekerjaan Anda Lagi

Ada banyak alasan mengapa Anda mulai tidak menyukai sebuah pekerjaan lagi. Mengerjakan hal yang sama berulang kali dapat membuat siapa pun bosan. Tak memiliki tantangan yang sesuai dengan keahlian Anda dapat membuat Anda takut akan pekerjaan.

Tidak menemukan peluang tambahan, seperti proyek sampingan atau tak dapat program pelatihan, dapat membuat merasa tak terpenuhi. Lebih buruk lagi, melihat peran Anda terpinggirkan dapat membuat perasaan tertekan.

Anda mungkin bangun setiap pagi dan merasa bahwa pergi ke kantor sangat menyesakkan. Menghabiskan setiap menit di tempat kerja mungkin terasa seperti membunuh hidup Anda yang berharga.

Anda mungkin menyadari situasi yang mengerikan ini tetapi belum siap untuk menyerah. Anda mungkin secara proaktif mencoba menemukan cara untuk mencintai pekerjaan Anda lagi.

Anda mungkin berbicara dengan manajer Anda beberapa kali, tetapi kemudian tidak ada perubahan selama beberapa bulan ke depan. Anda masih belum merasa tertantang. Anda masih belum menemukan kesenangan dalam tugas sehari-hari.

Memang benar bahwa Anda memiliki karier, tetapi jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak menunjukkan minat untuk mendukung pengembangan Anda, maka Anda mungkin lebih baik mencari pekerjaan lain.

2. Tidak Dapat Menoleransi Atasan Anda Lagi

Sulit menjadi manajer yang baik. Jadi, jika Anda bekerja untuk seseorang yang menunjukkan bahwa mereka peduli pada orang lain dalam beberapa hal, maka Anda termasuk orang yang beruntung.

Namun, jika bos Anda adalah seorang yang tidak pernah mendengarkan masukan dari orang lain dan terus memberi tugas kepada Anda, tidak melindungi dari tuntutan yang tidak masuk akal dan tidak tertarik pada kesejahteraan Anda atau dengan jelas mendiskriminasikan Anda karena jenis kelamin, warna, status keluarga atau apa pun di antaranya, maka Anda mungkin perlu mengambil tindakan.

Sebelum membuat keputusan untuk berhenti, pertimbangkan untuk membicarakannya masalah ini dengan atasan Anda. Jika setelah itu kehidupan pekerjaan Anda masih menderita, maka mungkin sudah saatnya untuk pergi. Mungkin tidak ada gunanya menginvestasikan waktu berharga di organisasi seperti itu.

3. Tidak Bisa Menahan Orang-Orang yang Bekerja Dengan Anda Lagi

Mungkin itu bukan bos Anda, tetapi rekan kerja Anda yang mendorong Anda ke posisi tak nyaman. Beberapa mungkin tidak kooperatif, tertutup, dan melihat Anda sebagai pesaing. Bahkan mungkin ada yang melangkah lebih jauh dan tanpa malu-malu mengklaim hasil kerja Anda sebagai milik mereka. Dan sayangnya, mungkin sebagian besar dari mereka yang bekerja secara langsung dengan Anda berada di salah satu dari dua kamp ini.

Anda mungkin telah mencoba menjadi profesional dan memberikan umpan balik konstruktif secara asertif. Namun, umpan balik Anda diabaikan. Manajer Anda dan manajemen yang lebih tinggi tampaknya tidak ingin memperbaiki masalahnya. Bisa jadi mereka tidak menghargai Anda.

Dari beberapa pengalaman, beberapa organisasi yang tidak dewasa menempuh rute itu untuk mendorong karyawannya resign. Ketika merasa Anda bekerja seorang diri dan hati Anda memberi tahu bahwa lingkungan pekerjaan itu bukanlah tempat untuk Anda, mungkin sudah saatnya untuk mencari pekerjaan lain.

4. Sudah Tidak Mengenali Tubuh, Pikiran Dan Jiwa Yang Dahulu Anda Miliki

Hal ini mungkin tanda peringatan terbesar. Anda mungkin telah mencoba yang terbaik untuk menyelamatkan situasi, tetapi Anda tak berhasil.

Jika Anda tiap pulang ke rumah setiap hari dengan kekhawatiran terkait pekerjaan yang terus membanjiri kepala Anda. Anda mungkin sulit tidur karena pikiran Anda secara aktif mengulangi hal-hal negatif dari kehidupan kantor Anda.

Selain itu, Anda mungkin merasa lelah setiap hari. Anda mungkin begitu terbelenggu oleh apa yang terjadi di tempat kerja sehingga Anda tidak sempat berolahraga lagi dan tidak menikmati makanan atau terlibat sepenuhnya dengan orang yang Anda cintai.

Individu yang berbeda memiliki tingkat toleransi yang berbeda dengan masing-masing situasi di atas. Yang paling penting adalah mengetahui ambang batas Anda dan mendengarkan isi hati Anda. Jangan izinkan pekerjaan menyita seluruh hidup Anda, karena dunia ini penuh dengan peluang untuk Anda jelajahi. Bakat dan hasrat Anda layak berada di tempat yang bisa membuatnya berkembang.

Jika pekerjaan Anda saat ini terasa seperti siksaan, mungkin sudah saatnya untuk berhenti. Tetapi pastikan Anda merenungkan dan mengartikulasikan apa yang benar-benar Anda inginkan dalam pekerjaan Anda berikutnya.



Sumber Forbes
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X