Qantas Buka Program Pelatihan untuk Anak-anak setelah Disurati Bocah 10 Tahun

Kompas.com - 04/04/2019, 10:40 WIB
Qantas dengan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner. Dok. QantasQantas dengan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia penerbangan adalah hal yang menarik bagi anak-anak. Bahkan dapat menginspirasi mereka untuk mengejar karirnya di industri tersebut.

Seperti bocah 10 tahun ini misalnya. Alex Jacquot awalnya hanya menulis surat yang ditujukan untuk Alan Joyce CEO Qantas Group, sebuah perusahaan penerbangan asal Australia.

Siapa sangka, surat tersebut menjadi perhatian CEO Qantas Group dan membuat sebuah program untuk anak kecil dalam dunia penerbangan. Alex pun akan mendapat pelatihan khusus saat dia telah siap. Sontak kejadian ini menjadi perhatian global.

“Apakah Anda punya tips untuk memulai penerbangan? Saya sangat berterima kasih jika Anda memberi jawabannya," tulis Alex Jacquot dalam suratnya dilansir dari CNBC Make It, Kamis (4/4/2019).

Setelah menerima surat itu, lantas Qantas Group mengumumkan akan meluncurkan program 'Future High Flyers', yakni program inisiatif untuk anak usia 7 hingga 12 tahun mendapatkan peluang dan mengekplorasi pekerjaan di belakang layar dalam perusahaan Qantas Airlines.

"Banyak eksekutif maskapai pemula di luar sana, mungkin karena dunia penerbangan adalah dunia yang mampu memberikan imajinasi untuk anak-anak. Saya tidak ragu beberapa dari mereka nantinya akan bekerja di maskapai," kata CEO Qantas Group Alan Joyce dilansir dari CNBC Make It, Kamis (4/4/2019).

Pengumuman itu menyusul setelah Alan Joyce dan anak 10 tahun, Alex Jacquot bertemu dan menandatangani nota kesepahaman.

Sebelumnya, Joyce telah menanggapi surat Jacquot pada Februari lalu untuk bertemu dan membahas beberapa topik seperti jenis pesawat, katering dalam penerbangan, dan penerbangan jarak jauh.

"Dalam suratnya, Alex Jacquot meminta saya untuk menganggapinya serius. Jadi kami melakukannya. Sulit untuk tidak terkesan oleh antusiasmenya. Industri penerbangan membutuhkan orang-orang yang berpikir besar dan Alex memilikinya," ungkap Joyce.

Setelah menandatangani nota kesepahaman, perusahaan resmi bekerja sama mulai 2026, ketika Jacquot menyelesaikan sekolah menengah atasnya. Hal ini juga harus dengan persetujuan regulator. Joyce menyebut bahwa tahun yang telah ditetapkan dapat diundur kembali jika Jacquot memilih untuk meneruskan kuliahnya terlebih dahulu.

Bersamaan dengan pertemuan itu, Jacquot dan rekan-rekannya di Oceania Express menerima tur pusat operasi terpadu Qantas, fasilitas tekniknya, dan salah satu pesawat Airbus A380.

“Ini adalah hari besar bagi kami. Kami punya banyak hal untuk dipelajari dari mereka (Qantas), tetapi mereka juga bisa belajar dari kami," kata Alex Jacquot.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNBC

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X