Tanpa Antre, Mitra GrabFood Tinggal Ambil Pesanan di Restoran Hokben

Kompas.com - 04/04/2019, 12:08 WIB
Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar dalam kerja sama dengan Hokben dalam layanan pesan antar di Jakarta, Kamis (4/4/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAMarketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar dalam kerja sama dengan Hokben dalam layanan pesan antar di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - GrabFood memperkenalkan sistem baru layanan pesan antar terintegrasi dengan merchant-merchant makanan. Dengan sistem tersebut, begitu pengguna membuat pesanan, maka terhubung dengan mitra GrabFood dan merchant dalam waktu bersamaan.

Sistem baru itu untuk pertama kalinya diterapkan di gerai-gerai restoran makanan Jepang Hokben.

"Dengan sistem ini, maka merchant bisa menyiapkan langsung makanan yang dispesan dan mitra langsung bisa menuju merchant. Sampai di restoran, pesanan bisa langsung diambil," ujar Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Mediko mengatakan, GrabFood memilih Hokben sebagai merchant pertama dengan sistem pesan-antar terbaru mereka karena merupakan restoran favorit di Indonesia. Hokben termasuk restoran dengan menu yang paling banyak dipesan lewat GrabFood.

"Saat pembahasan juga Hokben menerima dengan baik sistem terintegrasi ini," kata Mediko.

Mediko menambahkan, dengan sistem terintegrasi, maka pelanggan GrabFood bisa menikmati menu faborit mereka di Hokben dalam waktu relatif cepat. Rata-rata waktu pengiriman makanan oleh GrabFood adalah 29 menit. Dengan sistem ini, Mediko memastikan pesana bisa diantarkan dalam waktu lebih singkat.

"Dengan kerja sama ini bisa leboh cepat lagi karena order pelanggan bisa dikirim langsung ke merchant. Mitra pengemudi kami juga lebih banyak dari yang lain," kata Mediko.

Marketing and Communication Group Head Hokben Fransisca Lucky menganggap sistem tersebut akan berdampak positif bagi pertumbuhan bisnis Hokben. Selama ini, kata dia, Hokben selalu berupaya menjadi bagian dari gaya hidup pelanggan. Apalagi seiring perkembangan teknologi, pelanggan ingin mendapatkan makanan yang dipesan dengan cara yang cepat dan mudah.

"Kerja sama ini akan berdampak positif bagi pelanggan dan kemudahan bagi pelanggan GrabFood dan juga Hokben," kata Fransisca.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Whats New
Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

Rilis
10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

Spend Smart
Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Whats New
Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

Rilis
Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Whats New
Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Whats New
Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Rilis
Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Rilis
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

Rilis
Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Whats New
Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X