Sudah Gandeng Google, OJK Masih Sulit Kendalikan Pinjaman Online Ilegal

Kompas.com - 05/04/2019, 13:56 WIB
Ketua Satuan Tugas Waspada Investigasi, Tongam L Tobing. KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKetua Satuan Tugas Waspada Investigasi, Tongam L Tobing.

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku kesulitan untuk bisa mengendalikan persebaran aplikasi fintech peer to peer lending atau pinjaman online.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan pihaknya telah berupaya untuk bekerja sama dengan Google, namun pihak Google sendiri tidak memiliki kendali untuk mengatur siapa saja yang berhak mengunggah aplikasi melalui layanannya.

"Kami sudah berusaha kerja sama dengan Google, kalau ada penawaran aplikasi melalui fintech P2P lending di Playstore kami minta untuk diblok. Tapi karena itu open source Google sendiri tidak bisa mendeteksi," ujar Tongam di Jakarta, Jumat (4/4/2019).

Baca juga: 11 Pinjaman Online dengan Bunga di Bawah 2 Persen

Untuk itulah, OJK melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika melaluikan cyber patroli untuk menyisir persebaran pinjaman online atau fintech peer to peer lending di PlayStore. Adapun saat ini, sudah ada 99 aplikasi penyedia jasa pinjaman online legal atau yang terdaftar di OJK.

Terhitung sejak 2018 lalu, Satgas Waspada Investasi telah memblokir 803 fintech peer to peer lending ilegal.

Tongam mengatakan, kebanyakan server dari fintech P2P lending ilegal tersebut memiliki server di Amerika Serikat, kemudian Singapura, China dan Malaysia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kerugian akibat Investasi Bodong Mencapai Rp 88,8 Triliun dalam 10 Tahun

"Mereka melakukan kegiatan di Indonesia, server-nya di sana. Alamatnya enggak jelas," ujar dia.

Tongam pun memperingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika akan melakukan transaksi dengan pinjaman online ilegal.

Adapun agar tak mudah tergiur pinjaman online ilegal, simak tips dari OJK berikut.

  1. Pinjam pada fintech P2P lending yang terdaftar di OJK
  2. Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan
  3. Pinjam untuk kepentingan yang produktif
  4. Pahami manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda dan risiko meminjam di fintech P2P lending.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.