Boeing Pangkas Produksi Pesawat 737

Kompas.com - 06/04/2019, 09:32 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com — Boeing memangkas produksi bulanan pesawat 737. Hal ini dilakukan sebagai upaya pabrikan pesawat asal Amerika Serikat itu untuk lebih fokus dalam menangani pesawat 737 MAX supaya bisa segera kembali terbang.

"Kami sedang menyesuaikan sistem produksi sementara 737 untuk mengakomodasi jeda dalam pengiriman MAX sehingga memungkinkan kami memprioritaskan sumber daya tambahan untuk fokus pada sertifikasi perangkat lunak dan mengembalikan MAX bisa terbang," sebut CEO Boeing Dennis Muilenburg Jumat (5/4/2019) sebagaimana dikutip dari kantor berita Xinhua.

"Kami telah memutuskan untuk sementara waktu beralih dari tingkat produksi 52 pesawat per bulan menjadi 42 pesawat per bulan mulai pertengahan April," ucap dia.

Baca juga: CEO Boeing Minta Maaf pada Korban Pesawat 737 Max-8

Dalam sebuah pernyataan video pada Kamis (4/4/2019), Muilenburg mengakui untuk pertama kali  bahwa data buruk berperan dalam dua kecelakaan udara itu, Lion Air Indonesia Penerbangan 610 pada Oktober dan Ethiopian Airlines Penerbangan 302 pada Maret—keduanya menggunakan pesawat 737 MAX dan menewaskan 346 orang—karena fitur otomatisasi MCAS (maneuvering characteristics augmentation system) pesawat aktif sebagai respons terhadap informasi angle of attack/AOA (sudut serangan) yang keliru.

Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menghilangkan risiko dan membuat kemajuan pada pembaruan perangkat lunak 737 MAX yang akan mencegah kecelakaan serupa terjadi lagi.

Kecelakaan udara yang menimpa 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines Maret lalu menyebabkan pelarangan terbang pesawat itu di seluruh dunia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X