Menteri Susi Serahkan 3,2 Ton Ikan ke Pondok Pesantren di Banyuwangi

Kompas.com - 07/04/2019, 18:00 WIB
Menteri Susi Pudjiastuti pada saat memberi pengarahan dan sambutan dalam kunjungan kerja di Trenggalek, bertempat di kawasan pelabuhan ikan nusantara Prigi (05/02/2019) Kompas.com/SLAMET WIDODOMenteri Susi Pudjiastuti pada saat memberi pengarahan dan sambutan dalam kunjungan kerja di Trenggalek, bertempat di kawasan pelabuhan ikan nusantara Prigi (05/02/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkeliling ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Banyuwangi untuk mengampanyekan program Gemarikan (Gemar Makan Ikan).

Ini merupakan upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat.

Pada kesempatan ini, Susi secara simbolis menyerahkan sebanyak 3,25 ton ikan segar kepada Ketua Yayasan Ponpes Mabadi’ul Ihsan yang berada di Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Tak hanya menyerahkan, Susi juga ikut menyantap ikan tersebut.

Baca juga: Menteri Susi Harap PIM Muara Baru Jadi Sentra Ikan Nasional

“Sehat itu tidak harus minum vitamin. Vitamin itu kita bisa dapat dari makanan dan matahari. Salah satu sumbernya adalah ikan yang kaya akan protein dan omega, tapi matahari juga perlu sebagai pemroses supaya vitamin bisa masuk ke dalam tubuh. Jadi banyak-banyaklah makan ikan, makan sayur, sama kena matahari,” kata Susi dalam keteranganya, dikutip Kompas.com, Minggu (7/4/2019).

Susi juga menyerahkan bantuan berupa 16 lubang bioflok untuk mendorong jiwa kewirausahaan para santri. Bioflok ini diharapkan membantu para santri untuk mengembangkan kemampuannya di bidang budidaya perikanan sekaligus mendukung misi sekolah yang ingin mencetak lulusan tak sebatas menjadi pencari kerja, melainkan dapat menjadi pencipta lapangan kerja.

Selain itu, Susi juga mengingatkan para santri sebagai bagian dari masyarakat Banyuwangi untuk menjaga laut sekitar dari sampah plastik. Sebab, keberadaan sampa merupakan  dampak kebiasaan di darat yang sering membuang sampah sembarangan di selokan dan sungai.

Baca juga: Tarif Kargo Mahal, Eksportir Ikan Ini Kirim Surat ke Susi

“Nah, sekarang setelah kita selesai dengan pemberantasan illegal fishing, persoalan lain ada lebih banyak lagi di laut. Apa itu? Sampah plastik. Nah sampah plastik di laut itu datang dari mana? Dari darat, dari bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik, kita semua,” tuturnya.

Dia pun mengajak para santri dan orang tua santri untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai untuk menjaga kebersihan laut sebagai bagian dari iman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X