2 Cara Perbankan Syariah "Berlari" Meraih Mimpi

Kompas.com - 08/04/2019, 05:10 WIB
(Dari kirir ke kanan) Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito,  Direktur Urusan Perbankan Syariah Bank Danamon  Herry Hykmanto, Kepala OJK Kaltim Dwi Aryanto, dan Regional Corporate Officer Bank Danamon Wilayah Kalimantan Eka Dinata dalam pembukaan Expo Perbankan Syariah di Balikpapan, pada Jumat (5/4/2019).
DOKUMENTASI DANAMON(Dari kirir ke kanan) Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito, Direktur Urusan Perbankan Syariah Bank Danamon Herry Hykmanto, Kepala OJK Kaltim Dwi Aryanto, dan Regional Corporate Officer Bank Danamon Wilayah Kalimantan Eka Dinata dalam pembukaan Expo Perbankan Syariah di Balikpapan, pada Jumat (5/4/2019).

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Sedikitnya ada 2 cara yang dilakukan industri perbankan syariah "berlari" meraih mimpi.

Mimpi tersebut menurut Direktur Urusan Perbankan Syariah Bank Danamon Herry Hykmanto dan Pemimpin Cabang Bank Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) Syariah Cabang Balikpapan Erlyta Aryani, adalah memperluas hingga lebih dari angka satu digit persentase kontribusi industri perbankan syariah di Tanah Air.

"Perbankan syariah 'berlari' untuk mencapai ini," kata Erlyta saat kegiatan Expo Perbankan Syariah mulai Jumat (5/4/2019) hingga Minggu (7/4/2019) di Balikpapan.

Pertama, baik Herry dan Erlyta sepakat bahwa perbankan syariah menyesuaikan diri dengan digitalisasi untuk pelayanan nasabah.

Baca juga: Danamon Luncurkan Pembiayaan Pemilikan Rumah Syariah

"Kami siapkan digital banking untuk memudahkan nasabah dalam mengurus tabungan dan sebagainya," kata Herry sembari menambahkan, kini, portofolio nasabah Danamon Syariah, sekitar 70 persen berusia di bawah 39 tahun.

Selanjutnya, cara kedua adalah perluasan sektor pembiayaan syariah.

"Di Kaltim dan Kaltara kami bekerja sama dengan ekonomi digital kawasan belanja elektronik," kata Erlyta Aryani sambil menyebut Samarinda dan Balikpapan sebagai lokasi-lokasi awal kerja sama tersebut.

Namun demikian, Erlyta memaklumi bahwa ada aturan-aturan yang patut dicermati dalam digitalisasi perbankan syariah.

"Perbankan syariah dengan perkembangan digital yang ada harus tetap mengikuti dan mengimbangi risiko yang ada," kata Erlyta.

Baca juga: 3 Pertanyaan Generasi Milenial Saat Disodori Produk Perbankan

Infrastruktur dan industri halal

Lebih lanjut, lebih lanjut, Danamon Syariah dan Bank Kaltimtara Syariah, menurut Herry dan Erlyta, juga memperluas pembiayaan di bidang infrastruktur.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X