Ungguli Changi dalam Hal "On Time Performance", Ini Rahasia Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 08/04/2019, 10:54 WIB
Pesawat Garuda Indonesia terparkir di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (10/2/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Pesawat Garuda Indonesia terparkir di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (10/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) jadwal keberangkatan pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 93,8 persen pada Februari 2019.

Total penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 16.093 penerbangan pada Februari 2019.

Begitu data riset dari lembaga independen yang diakui industri penerbangan global yakni OAG.

Hasil itu menempatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di Top 25 bandara dengan OTP terbaik.

Baca juga: Pembangunan Terminal 4 Bandara Soetta Ditargetkan Rampung pada 2024

OTP bandara terbesar di Indonesia itu lebih tinggi dari Bandara Changi Singapura yang hanya 90,4 persen dengan total penerbangan 16.393 penerbangan pada Februari 2019.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menyambut baik riset perusahaan terkemuka dunia berbasis di inggris itu.

Menurut Awaluddin hasil itu tak lepas dari efektifnya operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena dukungan sistem teknologi informasi.

“Sejak 2017, Soekarno-Hatta memiliki pos komando terintegrasi yang disebut dengan Airport Operation Control Center atau AOCC, di mana ini adalah hasil kolaborasi dari Airport Operator, Airline Operator, Air Navigation, dan Authorities seperti Karantina, Bea Cukai, Imigrasi, Kepolisian, dan lain sebagainya.” ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Baca juga: Saat Pengelolaan Bandara dan Pelabuhan oleh Asing Jadi Perdebatan Jokowi dan Prabowo

AOCC sendiri dilengkapi modul yakni Airport Operation Database (AODB), Airport Management System (AMS), Resources Management System (RMS), Network Management System (NMS), Airport Security System (ASS), dan Facility Engineering Management System (FEMS).

Setiap modul memiliki fungsi masing-masing. AODB misalnya guna menyimpan data operasi. AMS dan RMS untuk memonitor serta mengendalikan operasional bandara.

Contohnya mengatur sumber daya seperti parking stands, boarding gate, dan check in counter.

Sementara itu, NMS menampilkan kinerja jaringan dan perangkat teknologi informasi dalam mengelola serta mendistribusikan data operasi ke sejumlah stakeholder.

Adapun FEMS berfungsi untuk memonitor, mengendalikan dan mengelola kehandalan fasilitas-fasilitas utama bandara.

“Seluruh operasional baik itu sisi udara dan sisi darat dipantau dari AOCC untuk menghasilkan kinerja yang efektif, dan hasilnya terbukti dengan OTP Soekarno-Hatta yang sangat membanggakan yakni tembus hampir 94 persen,” kata Awaluddin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X