KILAS

Lewat Polbangtan, Mentan Optimistis Bisa Cetak Petani Milenial Sukses

Kompas.com - 08/04/2019, 15:30 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang memegang salah satu sapi peternakan rakyat Dok. Humas Kementerian Pertanian RIMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang memegang salah satu sapi peternakan rakyat

Adapun terkait launching Kampus II Bone, Amran mengatakan bahwa keberadaan kampus ini sangat strategis dan sekaligus menjawab tantangan Presiden untuk menyiapkan para unggulan di bidang pertanian yang kreatif dan inovatif. 

Perlu diketahui, Kampus II Polbangtan Gowa ini diplot sebagai kampus khusus peternakan. Oleh karena itu, Mentan berharap kampus ini bisa menghasilkan produk yang selevel dengan produk-produk unggulan Kementan di sektor peternakan, seperti sapi belgian blue, kambing atau domba dan ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB). 

“Jadikan Polbangtan ini sebagai pusat sumber inseminasi buatan (IB). Kampus ini harus memiliki container semen lapangan yang nantinya akan seperti SPBU. Jadi setiap sapi yang lewat bisa diberikan IB secara gratis untuk menghasilkan sapi-sapi unggul yang besar dan berotot di daerah Bone dan sekitarnya," kata Amran.

Harapan besar terhadap Polbangtan juga disematkan oleh Bupati Bone A Fahsar M Padjalangi. Fahsar menyebutkan, mayoritas masyarakat Bone menggantungkan penghidupannya dari sektor pertanian. Apalagi Kabupaten Bone merupakan lumbung padi dan lumbung ternak. 

“Populasi ternak terbesar di Sulawesi Selatan ada di Bone. Karena itu, keputusan untuk mengembangkan politeknik di sini sudah tepat karena pengembangan peternakan perlu disentuh secara ilmiah lewat pendidikan," ujar Bupati.

Makanya, kata dia, masyarakat Bone pun harus bersyukur karena politeknik itu yang paling dibutuhkan. Dengan hadirnya Polbangtan, tidak ada alasan bagi masyarakat Bone dan sekitarnya untuk tidak mengembangkan potensi melalui jalur akademik. 

Lebih lanjut, Fahsar juga memuji Amran sebagai sosok pemimpin yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat pinggiran.

Perhatian Amran terhadap masyarakat pinggiran di Indonesia, khususnya Bone, telah berhasil mengangkat kesejahteraan kelompok masyarakat yang sering termarjinalkan tersebut. 

“Apa yang sudah dilakukan hari ini merupakan bukti bahwa Pak Menteri peduli terhadap masyarakat pinggiran,” ungkap Fahsar, disambut tepuk tangan para hadirin.

Kepedulian Amran terhadap masyarakat terpinggirkan turut mendongkrak perekonomian Bone. Disebut Fahsar, pertumbuhan ekonomi Bone merupakan yang terbaik di Sulawesi Selatan. 

“Beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Bone berada di kisaran 8,4-8,6 persen, terbaik di Sulawesi Selatan. Ini bisa terjadi karena kami memasok kebutuhan masyarakat terpinggirkan, terutama sektor pertanian yang menjadi tulang punggung masyarakat di sini,” katanya. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X