Produksi 737 MAX Dipangkas, Saham Boeing dan Pemasoknya Berjatuhan

Kompas.com - 08/04/2019, 18:16 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

PARIS, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, pabrikan pesawat asal AS Boeing Co memutuskan untuk memangkas produksi pesawat seri 737 yang menjadi andalan bisnisnya. Keputusan ini pun membuat saham Boeing dan perusahaan-perusahaan pemasoknya berjatuhan.

Dikutip dari Metro USA, Senin (8/4/2019), pada perdagangan awal pekan saham Boeing menukik 2,7 persen. Sementara itu, saham Meggitt, Melrose, dan Safran yang merupakan pemasok Boeing anjlok antara 1 hingga 2,5 persen.

"Jika penurunan terjadi hingga September 2019, maka potensi kehilangan pendapatan Meggitt mencapai 8,525 juta dollar AS, mungkin bisa lebih karena kemungkinan angka produksi pesawat 737 MAX akan meningkat menjadi 57 unit pada 2019," kata analis dari broker saham Jefferies.

Baca juga: Tekan Kerugian, Boeing Pangkas Produksi 737 Sebesar 19 Persen

Boeing memangkas produksi pesawat 737 MAX dari 52 unit menjadi 42 unit per bulan mulai pertengahan bulan ini. Namun demikian, pihak Boeing tidak menyebut sampai kapan pemangkasan produksi pesawat terlarisnya tersebut.

Pemangkasan produksi pesawat 737 MAX dilakukan pasca tragedi jatuhnya pesawat tersebut yang dioperasikan Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Baca juga: Boeing Pangkas Produksi Pesawat 737

Bank investasi Cowen menyatakan keputusan Boeing untuk memangkas produksi pesawat 737 MAX adalah hal yang tepat.

"Pemangkasan (produksi pesawat) 737 seharusnya akan membantu menyelesaikan krisis, namun kinerja keuangan tahun 2019 akan terdampak," tulis Cowen dalam laporannya.




Close Ads X