Rencana Holding BUMN Penerbangan Masih Belum Jelas

Kompas.com - 08/04/2019, 18:59 WIB
Pesawat Garuda Indonesia terparkir di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (10/2/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Pesawat Garuda Indonesia terparkir di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (10/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Kementerian BUMN untuk membentuk holding penerbangan yang terdiri dari empat atau lima perusahaan masih belum terang.

Kendati Kementerian BUMN sudah menyurati Kementerian Keuangan untuk membuat PMK namun landasan pembentukan holding masih jadi pertanyaan.

Agus Pambagio, Pengamat Kebijakan Publik menilai tidak ada untungnya membentuk Holding Penerbangan selain membesarkan aset semata. Pasalnya, dari beberapa holding yang sudah dibentuk sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang signifikan.

Dirinya menduga PT Survai Udara Penas (Persero) atau Penas akan menjadi induk holding penerbangan bila memang terbentuk. Pasalnya, saat ini hanya Penas yang 100% sahamnya dikuasai pemerintah.

Baca juga: Menteri Rini Kaji Pembentukan Holding BUMN Penerbangan

Sedangkan nantinya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Angkasa Pura I (AP I), PT Angkasa Pura II (AP II) dan PT Airnav Indonesia akan di bawah Penas. Ia mengatakan Menteri BUMN sudah menyurati Menteri Keuangan untuk dibuatkan PMK untuk kemudian nantinya Presiden bisa mengeluarkan Perpres atau PP terkait holding penerbangan.

"Saya tidak melihat untungnya dimana, AP I dan AP II memang untung, tetapi Garuda rugi, Penas Rugi saya terus terang belum tau rencana detilnya, kita tunggu Menteri Keuangan jawabannya seperti apa," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (8/4/2019).

Dirinya menduga rencana ini hanya sebagai upaya membesarkan aset agar holding penerbangan bisa melakukan pinjaman dalam jumlah signifikan. Pasalnya, banyak proyek-proyek khususnya yang ditangani AP I dan AP II membutuhkan dana yang cukup besar.

"Kalau buat saya karena belum ada studinya, saya belum memahami rencana itu. Holding bukan satu-satunya jalan keluar untuk kerjasama. Bisa saja kalau (dibentuk) holding asetnya akan satu dan terjadi pemindahan-pemindahan pembayaran oleh holding, saya juga belum tau modelnya akan seperti apa," lanjutnya.

Baca juga: Holding BUMN Penerbangan Bakal Dibentuk, Siapa Pimpinannya?

Yang jelas dari mulai holding Pupuk, Energi, Pertambangan, Perbankan dan lainnya tidak memberikan dampak signifikan. Efeknya hanya pada aset yang membesar saja, sedangkan dari sisi kinerja tidak mengalami perbaikan.

Reza Priyambada, Analis Senior CSA Research Institute menjelaskan bahwa skup bisnis dari holding enerbangan ini tidak sama. Oleh karena itu, investor butuh kejelasan posisi PT Garuda Indonesia (persero) Tbk dalam holding akan seperti apa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X