Tanggapi Sepinya Bandara Kertajati, Menhub Sebut Pembangunan Keinginan Pemda

Kompas.com - 08/04/2019, 20:59 WIB
Tampilan bagian depan Bandara Kertajati Humas PT BIJBTampilan bagian depan Bandara Kertajati

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat hingga saat ini masih sepi penumpang.

Tingkat okupansi atau keterisian penumpang pada setiap penerbangan dikabarkan di bawah 30 persen. Bahkan, dari 11 rute yang seharusnya dilayani hanya 1 yang beroperasi.

Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan Bandara Kertajati merupakan permintaan dari Pemerintah Daerah.

Saat proses pembangunan, dirinya pun sempat meminta kepada Direktur Utama PT Angkasa Pura II yang menjadi pengelola dari Bandara Kertajati untuk membangun bandara dengan kapasitas pesawat ATR, dengan investasi awal senilai Rp 600 miliar.

"Pemda Jawa Barat minta itu (pembangunan bandara) dilaksanakan di Kertajati, kita ikuti. Lalu saya bilang ke Dirut AP2 kalau mau bangun (untuk) ATR aja, kecil dulu. Saya dapat kewenangan dari BUMN Rp 600 miliar," ujar Budi di Palangkaraya, Senin (8/4/2019).

Budi mengatakan, pihak Pemda-lah yang meminta untuk membangun bandara berukuran besar dengan nilai investasi mencapai Rp 2,6 triliun.

PT Angkasa Pura II pun menyepakati kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) untuk masa kelola 17 tahun. Adapun Angkasa Pura II akan menjadi operator atau pengelola Bandara Kertajati yang terletak sekitar 68 km dari Bandung.

Rencananya, pengoperasian bandara akan dibagi dua dengan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

"Tapi kalau sekarang kita memang belum bsia menutup Husein karena akses dari dan ke Kertajati itu masih tergantung pada Cisudawu. Tapi, Cisudawu sendiri tahun ini baru selesai 2 section ari 6 section," ujar Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaludin saat ditemui pada kesempatan yang sama.

Bandara Kertatajati sendiri selama ini digadang-gadang akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Bandara yang dibangun sejak Desember 2015 ini diharapkan bisa mengatasi lonjakan penumpang pesawat di Bandara Soetta.

Bandara Kertajati direncanakan memiliki terminal berkapasitas 5,6 juta penumpang per tahun. Ke depan, bandara itu memiliki terminal berkapasitas 18 juta penumpang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X