"As Soon As Kamu Punya Income, Kamu Harus Bisa Mengelola Keuangan..."

Kompas.com - 09/04/2019, 09:39 WIB
Ilustrasi kelola keuangan. ThinkstockIlustrasi kelola keuangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini, banyak orang Indonesia yang tidak mau belajar tentang literasi keuangan. Alasannya bermacam-macam, mulai dari penghasilan yang tidak cukup hingga terlalu boros sehingga susah untuk mengaturnya.

Sebenarnya, kapankah waktu yang tepat untuk mulai mengatur keuangan?

Farah Dini Novita, CO-CEO Jouska, sebuah perusahan konsultan keuangan independen mengatakan, mengatur keuangan harus dilakukan semenjak Anda mempunyai penghasilan.

"Kalau bicara tentang keuangan orang sudah skeptis duluan, bilangnya 'apa yang mau diatur? uang aja enggak punya,'. Padahal financial planning itu harusnya dilakukan sejak kamu punya penghasilan. As soon as kamu punya income, kamu harus bisa mengelola keuangan," kata Farah di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Baca juga: Anak Milenial Perlu Datang ke Bank Enggak Sih?

Farah mengatakan, mengatur keuangan tidak harus menunggu kaya dan punya uang cukup. Karena, kalau sejak dini sudah terbiasa mengatur keuangan, saat penghasilan bertambah pun akan lebih mampu mengaturnya.

Mengatur keuangan sejak dini papar Farah, bisa membuat masyarakat Indonesia terhindar dari middle income trap. Middle income trap adalah kondisi kenaikan pada penghasilan namun berbanding terbalik dengan kondisi aset yang dimiliki.

"Rata-rata terjebak dengan middle income trap. Ketika penghasilan naik, yang kita naikin pertama kali adalah gengsinya. Sudah naik jabatan, gadget-nya harus lebih bagus. Mobil masih yang ini saja, harusnya beli yang baru. Untuk itu kita perlu terbiasa mengatur keuangan," kata Farah

Farah juga menceritakan, banyak anak milenial datang dan mengeluh karena cicilan kartu kredit yang sampai ratusan juta rupiah. Cicilan tersebut bukan cicilan produktif, melainkan cicilan konsumtif untuk membeli tas baru, liburan, dan makan di luar.

Dengan melihat fenomena itu, Farah merasa harus membenahi pola konsumtif anak milenial dan mengenalkan literasi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Siapapun kamu, mau orang finance atau bukan, harus belajar mengelola keuangan dengan baik. Misalnya seorang istri yang ditinggal suaminya ke luar kota, lalu bisa enggak dia mengatur keuangan yang diberikan suami? Jadi enggak ada alasan, semua orang harus bisa mengelola uang," ucap Farah.

Untuk masalah utang, dia menyarankan untuk melihat kondisi keuangan sebelum berutang. Selain itu, jangan terlalu sering menggunakan kartu kredit bila itu membebankan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X