Indonesia Raih Posisi Pertama di Pasar Wisata Halal untuk Pertama Kali

Kompas.com - 09/04/2019, 13:13 WIB
CEO Crescent Rating dan Halal Trip Fazal Bahardeen, Menteri Pariwisata Arief Yahya, danDirektur Mastercard Indonesia Tommy Singgih di Jakarta, Selasa (9/4/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIACEO Crescent Rating dan Halal Trip Fazal Bahardeen, Menteri Pariwisata Arief Yahya, danDirektur Mastercard Indonesia Tommy Singgih di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berhasil menduduki posisi teratas dalam indeks Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel index (GMTI) 2019. Peringkat tersebut berhasil diraih Indonesia setelah bertahun-tahun berupaya untuk menaikkan posisinya.

Setelah tahun lalu berasa di peringkat ke-2, tahun ini Indonesia menduduki posisi pertama dalam bersama dengan Malaysia, dengan skor 78. 

CEO Crescent Rating dan Halal Trip Fazal Bahardeen mengatakan Indonesia posisi teratas dalam indeks berhasil dicapai Indonesia melalui serangkaian upaya yang telah dilakukan Kementerian Pariwisata Indonesia dalam berinvestasi di industri pariwisata dan perjalanan, serta pengembangan infrastruktur ramah wisatawan muslim. 

"Setelah sebelumnya berada di peringkat kedua, tahun ini Indonesia menduduki posisi pertama dalam GMTI 2019, bersama dengan Malaysia, dengan skor 78," ujar Fazal di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengatakan, kenaikan peringkat ini sudah ditunggu-tunggu. Sebab, pada 2015, Indonesia masih menduduki peringkat kelima sebagai negara ramah Muslim. Indonesia kemudian naik menjadi peringkat keempat pada 2016.

Di 2017 mendapatkan peringkat ketiga dan pada 2018, Indonesia memperoleh peringkat kedua. 

"Akhirnya penantian dalam 5 tahun, yang ditunggu-tunggu, Indonesia bisa menjadi peringkat pertama," katanya. 

Sebagai informasi, laporan GMTI mencakup 130 destinasi secara global, baik negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun negara-negara non-Organisasi Kerja Sama Islam (non-OKI).

Laporan GMTI 2019 menunjukkan bahwa tahun ini Singapura terus mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata ramah Muslim teratas di kalangan negara-negara non-OKI, diikuti oleh Thailand, Inggris, Jepang, dan Taiwan. 

Laporan GMTI menganalisa kesehatan dan pertumbuhan berbagai destinasi wisata ramah Muslim berdasarkan empat kriteria strategis, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan.

Saat ini, GMTI menjadi studi terdepan yang menyediakan wawasan dan data untuk membantu negara-negara, peiaku industri, dan investor dalam melihat peluang perkembangan sektor pariwisata ini, sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan sebuah negara dalam melayani berbagai kebutuhan wisatawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X