Kemenhub Prediksi Pengguna Pesawat Menurun Saat Mudik Lebaran 2019

Kompas.com - 09/04/2019, 17:30 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan memprediksi pemudik Lebaran 2019 yang menggunakan moda transportasi udara akan menurun.

Hal tersebut diketahui setelah Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan melakukan Survei Potensi Pemudik Angkutan Lebaran Tahun 2019 di wilayah Jabodetabek.

"Terdapat beberapa penggunaan moda yang berpotensi menurun jika dibandingkan moda yang dipilih pemudik pada tahun 2018, seperti Pesawat turun 0,2 persen persen, sepeda motor turun 0,3 persen, dan mobil pribadi turun 0,9 persen," ujar Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

"Sementara yang mengalami kenaikan antara lain adalah kereta api kelas bisnis naik 0,2 persen, dan kereta api kelas ekonomi naik 0,4 persen,” lanjutnya.

Sugihardjo menambahkan, karakteristik penggunaan moda transportasi oleh para pemudik Jabodetabek yang terbanyak adalah menggunakan bus sebesar 4.459.690 orang (30 persen), mobil pribadi sebanyak 4.300.346 orang (28,9 persen).

Kemudian kereta api sebanyak 2.488.058 orang (16,7 persen), pesawat sebanyak 1.411.051 orang (9,5 persen) dan menggunakan sepeda motor sebanyak 942.621 orang (6,3 persen), dan sisanya menggunakan moda lain.

"Pemudik yang menggunakan mobil pribadi terbanyak yaitu 40 perse atau sekitar 399.962 mobil akan melalui Tol Trans Jawa, hal ini karena waktu tempuh hanya berkisar 10 jam tergantung volume kendaraan yang melewati rute tersebut," kata Sugihardjo.

Sementara itu, pemudik yang menggunakan sepeda motor sebagian besar yaitu 56,9 persen atau sebanyak 280.687 sepeda motor akan melalui jalan alternatif.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprediksi sebanyak 14.901.468 warga Jabodetabek akan melakukan mudik Lebaran 2019.

Angka ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan yang telah dilakukan terhadap 7.762 responden rumah tangga.

Survei ini diselenggarakan untuk mengetahui potensi jumlah pemudik, penggunaan moda, pola perjalanan, biaya yang dihabiskan, preferensi tentang mudik gratis, serta persepsi tentang pelayanan angkutan lebaran tahun sebelumnya.

Metode yang digunakan adalah wawancara langsung dari rumah ke rumah kepada masyarakat (home interview) dan sebagai pelengkap juga dilakukan online survey.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X