Core Indonesia: Isu Ekonomi Selalu Dibahas Parsial dalam Debat Pilpres

Kompas.com - 09/04/2019, 19:31 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak ACapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah, menilai sejauh ini isu tentang ekonomi selalu dibahas parsial, khususnya dalam Debat Pilpres 2019. Pada debat lalu, kedua pasangan calon tidak fokus pada pokok persoalan yang tengah dihadapi Indonesia.

Seharusnya dalam debat pilpres nanti paslon tidak hanya membicarakan masalah harga bahan pokok, seperti cabai dan lain-lain.

"Kondisi ini menjelang debat capres, isu ekonomi selalu dibahas parsial. Isunya yang diangkat yang kecil, persoalan cabai. Bukan persoalan inti di level pilpres, tidak fokus pada solusi," kata Piter di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Menurutnya, kedua pasangan calon terjebak dalam pembahasan konteks yang cenderung kecil. Dimana terjadi silang pendapat. Singkatnya, satu sibuk mengkritik dan satu lagi sibuk menyampaikan apa yang sudah dicapai.

Padahal, jauh dari itu Indonesia kini punya banyak masalah seperti sisi fiskal, energi, dan kesejahteraan.

"Tidak menceritakan masalah kita apa dan solusinya. Kita ada masalah di listrik, fiskal, kesejahteraan. Artinya kita punya masalah ini yang tidak tergali, yang dikatakan parsial dan tidak fokus," ujarnya.

Selain itu, sambung Piter, pada sisi keuangan, kedua kandidat harus membahas terkait masalah utama yang menjadi keluhan sejumlah pihak selama bertahun-tahun. Contohnya terkait suku bunga tinggi dan Current Account Defisit (CAD).

"Saya ingin dengar nanti di (debat) pilpres adalah masalah utama, masalah yang benar-benar pokok, holistik, dan terintegrasi," jelasnya.

"Struktur ekonomi lemah terlihat dari CAD kita defisit. Ini yang tidak pernah dikerjakan rezim sebelumnya. Bagaimana menyelesaikan ini," tambah dia.

Debat Pilpres 2019 edisi kelima nanti akan berlangsung Sabtu (13/4/2019) mendatang. Bahasan yang akan diperbincangkan ialah soal ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X