Ingin Investasi Sukuk? Siap-Siap, Pemerintah Akan Lelang SBSN Rp 6 Triliun

Kompas.com - 10/04/2019, 06:28 WIB
Ilustrasi rupiah. THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDIIlustrasi rupiah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sedang mencari instrumen investasi dan tertarik dengan sukuk? Jika iya, maka bersiap-siaplah.

Karena dalam waktu dekat, pemerintah akan melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/4/2019), lelang akan dilakukan pada 16 April 2019 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB.

Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk).

Ada 6 seri SBSN yang akan dilelang yakni satu SPN-S03102019 dengan tanggal jatuh tempo 3 Oktober 2019 dan ombak hasil diskonto.

Sisanya yakni lima seri PBS yakni PBS014, PBS019, PBS021, PBS022 dan PBS015. Jatuh temponya berbeda-beda dari rentang 15 Mei 2021 hingga 15 Juli 2047.

Imbalan untuk seri PBS juga beragam mulai dari 6,5 persen hingga yang paling tinggi 8,5 persen. Target indikatifnya yakni Rp 6 triliun.

Lelang akan diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka sehingga semua pihak baik investor individu maupun institusi dapat menyampaikan penawaran pembelian.

Namun penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang yang telah mendapat persetujuan Kemenkeu. Peserta Lelang terdiri dari bank dan perusahaan efek.

Calon investor yang berminat bisa menghubungi bank dan perusahaan efek bila berminat mengajukan penawaran pembelian sukuk negara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X